Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Agustus 2026 pada perdagangan Rabu (4/11/2026). Penguatan ini didorong oleh pelemahan dolar AS setelah Partai Demokrat berhasil menguasai Senat dan DPR AS dalam pemilu paruh waktu.
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 3,4% menjadi US$ 4.059,95 per ons troi pada pukul 14.04 waktu setempat. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember 2026 ditutup menguat 3,4% ke US$ 4.073 per ons troi.
Dengan kenaikan tersebut, harga emas kembali melampaui level psikologis US$ 4.000 per ons troi. Sebelumnya, harga emas sempat tertekan hingga US$ 3.869,85 per ons troi pada 30 Oktober 2026, sekaligus menjadi level terendah sejak Oktober 2025.
Baca Juga: Harga Buyback Emas Antam Naik Paling Besar, Masih Kalah dari Galeri 24
Kemenangan besar Partai Demokrat membuat dolar AS melemah ke level terendah dalam lebih dari satu bulan. Kondisi ini meningkatkan daya tarik emas bagi investor internasional karena membuat logam mulia yang diperdagangkan dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengatakan pelemahan dolar mencerminkan pandangan pasar bahwa dominasi Partai Demokrat di Kongres berpotensi membuat proses legislasi AS mengalami kebuntuan.
Kondisi tersebut dinilai dapat menekan prospek pertumbuhan ekonomi AS dan membuka ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar.
"Hal ini berpotensi sedikit berdampak negatif terhadap perekonomian AS," kata Wyckoff.
Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed. Berdasarkan perangkat FedWatch CME Group, pasar memperkirakan peluang sekitar 83% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember mendatang.
Ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi salah satu risiko bagi harga emas. Pasalnya, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Baca Juga: Harga Emas Spot Naik 1%, Investor Cermati Data inflasi AS dan Konflik Timur Tengah
Perhatian investor kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan nonpertanian atau nonfarm payrolls AS yang dijadwalkan rilis Jumat (6/11/2026). Data tersebut akan menjadi petunjuk tambahan bagi pasar dalam memperkirakan arah kebijakan moneter The Fed.
Sebelumnya, laporan ADP menunjukkan pertumbuhan jumlah tenaga kerja sektor swasta AS meningkat pada Oktober. Namun, investor masih menunggu data resmi pemerintah untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi pasar tenaga kerja.
Kepala Riset Logam Deutsche Bank Daniel Ghali menilai data ketenagakerjaan yang kuat dapat memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Meski demikian, data tersebut diperkirakan tidak banyak mengubah proyeksi suku bunga puncak karena pasar tenaga kerja saat ini bukan pendorong utama prospek inflasi.
Baca Juga: Harga Emas Menguat, Usai Harga Minyak Merosot setelah Trump Tunda Serangan ke Iran
Selain emas, sejumlah logam mulia lainnya juga mencatatkan penguatan. Harga perak spot naik 4,9% menjadi US$ 52,23 per ons troi, platinum menguat 5,6% ke US$ 1.496,40, sedangkan paladium melonjak 7,5% menjadi US$ 1.004 per ons troi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
