kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Emiten Ritel Kompak Catat Rapor Hijau hingga September 2026, Begini Prospek Sahamnya


Rabu, 04 November 2026 / 18:24 WIB
Emiten Ritel Kompak Catat Rapor Hijau hingga September 2026, Begini Prospek Sahamnya
ILUSTRASI. penjualan,iphone,Dongkrak,saham,eraa (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten di sektor ritel masih mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang periode Januari hingga September 2026.

Berdasarkan data kinerja keuangan hingga kuartal III-2026, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 22,16% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 63,97 triliun. Sementara itu, laba bersih ERAA meningkat lebih tinggi, yakni 38,5% YoY menjadi Rp 1,08 triliun.

Pertumbuhan yang lebih tinggi juga dibukukan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Emiten pengelola jaringan minimarket Alfamart ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp 101 triliun atau tumbuh 7,21% YoY hingga September 2026. Adapun laba bersihnya meningkat 3,79% YoY menjadi Rp 2,4 triliun.

Baca Juga: IHSG Rebound Hari Ini, Bakal Lanjut Menguat Besok?

Di sisi lain, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) membukukan pendapatan Rp 6,9 triliun, naik 8,3% YoY. Laba bersih ACES juga tumbuh 25,7% YoY menjadi Rp 604,7 miliar.

Pertumbuhan kinerja juga terlihat pada emiten yang bergerak di segmen fesyen dan gaya hidup. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan pendapatan Rp 37,43 triliun atau tumbuh 24,51% YoY. Laba bersih MAPI meningkat 25,16% YoY menjadi Rp 1,72 triliun.

Sementara itu, PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) membukukan pendapatan Rp 16,43 triliun, naik 17,84% YoY. Laba bersih MAPA mencapai Rp 1,44 triliun atau tumbuh 24,14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 16,68 triliun atau tumbuh 9,17% YoY. Laba bersih MIDI juga meningkat 19,44% YoY menjadi Rp 705,57 miliar.

Dari sisi pertumbuhan penjualan di gerai yang sama atau same store sales growth (SSSG), ERAA mencatatkan pertumbuhan 1,4%, sedangkan ERAL sebesar 9,2%. ACES membukukan SSSG 2,4%, MAPI  7,6%, MAPA 5,3%, dan MIDI 4,2%.

Kinerja Solid

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan kinerja positif emiten ritel didukung oleh beberapa faktor, mulai dari ekspansi gerai, diversifikasi produk, strategi omnichannel, hingga pengelolaan persediaan dan efisiensi operasional.

"Menariknya, pertumbuhan laba sejumlah emiten justru lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatannya," kata Alrich kepada Kontan, Rabu (4/11/2026).

Baca Juga: Yield SBN Melonjak, Segini Besaran Perkiraan Kupon ST017

Contohnya ERAA yang mencatat pertumbuhan pendapatan 22,16%, tetapi laba bersih meningkat 38,5%. ERAL juga mencatat pertumbuhan pendapatan 44,76% dan laba bersih 55,08%. Ini menunjukkan adanya perbaikan profitabilitas dan efisiensi bisnis.

Sementara itu, Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menilai kinerja emiten ritel ditopang oleh ekspansi gerai, peningkatan volume penjualan, strategi promosi, serta efisiensi operasional. 

"Terlihat dari ERAA yang mencatat pertumbuhan pendapatan 22,16% dan laba bersih 38,5% YoY, sementara ERAL masing-masing tumbuh 44,76% dan 55,08%," jelas Elandry.

Kendati kinerja meningkat, Alrich berpendapat pelemahan daya beli tetap menjadi tantangan. Berdasarkan survei Bank Indonesia, Indeks Penjualan riil September 2026 diperkirakan hanya tumbuh 1,4% YoY. Artinya, pertumbuhan emiten ritel belum tentu mencerminkan pemulihan konsumsi secara merata. 

Peritel kebutuhan sehari-hari seperti AMRT dan MIDI relatif lebih defensif karena produknya merupakan kebutuhan rutin. Sementara peritel discretionary seperti MAPI, MAPA, ACES, dan ERAA lebih bergantung pada daya beli, tren konsumsi, serta momentum peluncuran produk baru.

Senada, Elandry mengungkapkan pelemahan daya beli tetap menjadi tantangan, khususnya bagi segmen menengah ke bawah. Namun, dampaknya berbeda pada setiap emiten karena karakteristik konsumen dan produk yang dijual tidak sama. 

"Artinya, pertumbuhan saat ini lebih mencerminkan kemampuan emiten menjaga market share dan efisiensi, bukan pemulihan daya beli secara merata," ucap Elandry.

Dari sisi prospek, Alrich mengungkapkan sejumlah emiten yang punya proyeksi solid ke depannya. Misalnya, MIDI memiliki bisnis minimarket yang relatif defensif. SSSG kuartal III-2026 mencapai 5,2%, sementara laba bersih tumbuh 19,44% yoy. Ekspansi gerai dan peningkatan kontribusi produk fresh food juga menjadi katalis. 

Baca Juga: Paragon Karya Perkasa (PKPK) Stock Split 1:10, Ini Alasannya

Lalu, AMRT memiliki jaringan distribusi luas, kekuatan merek, serta permintaan produk kebutuhan pokok yang relatif stabil. Cocok untuk investor yang mencari eksposur ritel defensif.

Selanjutnya, MAPA dilihat menarik karena memiliki eksposur pada segmen olahraga dan lifestyle. Pertumbuhan dapat didorong ekspansi merek dan pasar, termasuk konsolidasi bisnis Sports Direct Malaysia.

Adapun ERAA dan ERAL dinilai menarik dari sisi pertumbuhan. Diversifikasi ke produk elektronik, lifestyle, dan mobilitas membuka peluang pertumbuhan baru, meskipun lebih sensitif terhadap daya beli dan siklus pembelian konsumen.

Disamping itu, Elandry berpandangan secara keseluruhan, AMRT dan MIDI lebih menarik untuk strategi jangka panjang yang defensif, sedangkan MAPA menawarkan potensi pertumbuhan lebih agresif dengan risiko yang juga lebih tinggi.

Adapun Elandry menyarankan investor untuk mencermati saham AMRT, MIDI, MAPA, ERAA dan ACES dengan target harga indikatif masing-masing di level Rp 2.125, Rp 496, Rp 870, Rp 630 dan Rp 480 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×