kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45915,69   -4,43   -0.48%
  • EMAS942.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.31%
  • RD.CAMPURAN 0.18%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.05%

Wall Street menguat, masih ada ganjalan pada kesepakatan stimulus AS


Rabu, 21 Oktober 2020 / 21:12 WIB
Wall Street menguat, masih ada ganjalan pada kesepakatan stimulus AS
ILUSTRASI. Pembicaraan stimulus ini diwarnai kepentingan politik menjelang pemilihan presiden 3 November mendatang.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street menguat di awal perdagangan Rabu (21/10). Pada pukul 20.56 WIB, Dow Jones Industrial Average naik 0,40% ke 28.421.

Indeks S&P 500 menguat 0,27% ke 3.452. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,67% ke 11.591.

Gedung Putih dan DPR diperkirakan akan mencapai kesepakatan stimulus fiskal dalam 48 jam ke depan. Hambatan terbesar kesepakatan ini masih berasal dari pendanaan untuk negara bagian dan pemerintah lokal.

Pembicaraan antara Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Ketua DPR Nancy Pelosi melanjutkan pembicaraan hingga hari ini. Pemerintahan Donald Trump mengusulkan stimulus US$ 1,8 triliun. Sedangkan Demokrat tetap mengusulkan US$ 2,2 triliun.

Baca Juga: Stimulus ekonomi AS akan menyetir pergerakan IHSG, Kamis (22/10)

"Kami memperkirakan pembicaraan stimulus ini akan berlanjut hingga pemilihan 3 November, tapi kemungkinan kesepakatan akan tercapai yang akan mengangkat pasar saham," kata Mihir Kapadia, chief executive officer Sun Global Investments kepada Reuters.

Pasar saham terus mencermati perkembangan pembicaraan stimulus ini dan bergerak di rentang sempit. Sejumlah analis menilai kalau AS sangat memerlukan stimulus ini untuk menopang ekonomi yang tertekan pandemi Covid-19.

Pembicaraan stimulus ini diwarnai kepentingan politik menjelang pemilihan presiden 3 November mendatang. Besok (22/10), Trump dan lawannya Joe Biden akan mengikuti debat terakhir calon presiden sebelum pemilihan.

Di negara-negara bagian penentu, polling Reuters/Ipsos menunjukkan posisi yang ketat. Sedangkan polling nasional menunjukkan posisi Biden yang lebih unggul ketimbang Trump.

Baca Juga: IHSG diramal melemah terbatas pada Kamis (22/10), silakan buy on weakness

Sementara kinerja sejumlah emiten turut mewarnai pasar pasar. Harga saham Netflix Inc turun 5,4% di awal perdagangan setelah melaporkan pertumbuhan pelanggan yang meleset dari target di tengah kompetisi bisnis streaming yang makin ketat.

Sementara harga saham Snap Inc melonjak 21,3% setelah perusahaan pemilik Snapchat ini mencapai pertumbuhan pengguna dan pendapatan yang melebihi target. Saham-saham perusahaan media sosial seperti Facebook Inc dan Twitter Inc naik masing-masing 2,7% dan 5%. sedangkan harga saham Pinterest Inc naik 7,8%.

Harga saham media sosial meningkat karena ada peningkatan pengguna untuk ngobrol dengan teman dan keluarga pada waktu pandemi Covid-19.

Dari 66 emiten S&P 500 yang telah merilis kinerja kuartal ketiga, 86,4% mencatat laba yang lebih tinggi daripada ekspektasi.

Baca Juga: Tarik ulur stimulus AS akan mengangkat nilai tukar rupiah esok

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Corporate Valuation Model Managing Procurement Economies of Scale Batch 5

[X]
×