kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Wall Street ikut terseret penurunan imbal hasil US Treasury


Kamis, 28 Maret 2019 / 06:00 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street bergerak turun hingga akhir perdagangan Rabu (27/3). Kemarin, Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,13% ke 25.625,59.

Indeks S&P 500 melemah 0,46% ke 2.805,37. Sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,63% ke 7.643,38.

Kemarin, imbal hasil US treasury kembali turun dan memperpanjang periode inversi kurva yield. "Kurva imbal hasil yang terbalik ini menyebabkan investor khawatir dan inilah yang menyebabkan aksi jual," kata Alan Lancz, president of Alan B. Lancz & Associates Inc, perusahaan penasihat investasi di Ohio kepada Reuters.

Kemarin, imbal hasil Treasury Bill bertenor tiga bulan berada di 2,3780%, hampir sama dengan imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun yang ada di 2,3740%.

Kekhawatiran perlambatan ekonomi global terus menanjak beberapa pekan ini seiring pelemahan data ekonmi. Pekan lalu, bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve menghapus potensi kenaikan suku bunga tahun ini. 

European Central Bank menjadi bank sentral teranyar yang menunda kenaikan suku bunga di tengah kekhawatiran ekonomi global.

Penurunan bursa AS pada perdagangan kemarin sejalan dengan bursa Asia yang cenderung menurun. Hanya bursa China, Hong Kong dan Australia yang menguat pada perdagangan kemarin. Sementara di Eropa, pasar saham masih cenderung menguat meski proses Brexit makin berlarut-larut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×