kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Wall Street Ditutup Menguat Selasa (27/10), Saham Teknologi dan Chip Jadi Buruan


Rabu, 28 Oktober 2026 / 05:03 WIB
Wall Street Ditutup Menguat Selasa (27/10), Saham Teknologi dan Chip Jadi Buruan
ILUSTRASI. Wall Street - Bursa Amerika Serikat (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (27/10/2026), didorong kebangkitan saham teknologi di tengah meningkatnya optimisme terhadap kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta berlanjutnya musim laporan keuangan kuartal III-2026.

Melansir Reuters, indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan kenaikan 1,18% atau 308,43 poin ke level 26.477,81. Indeks S&P 500 naik 0,60% atau 45,83 poin menjadi 7.722,60, sedangkan Dow Jones Industrial Average menguat tipis 0,03% atau 15,99 poin ke posisi 52.377,57.

Sentimen positif saham teknologi antara lain ditopang kabar mengenai rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Anthropic.

Baca Juga: Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (27 Oktober 2026), Banyak Saham Tertekan

Perkembangan tersebut mendorong saham-saham semikonduktor menguat selama tiga sesi perdagangan berturut-turut.

Saham semikonduktor sebelumnya tertekan sepanjang bulan ini akibat kekhawatiran terhadap keberlanjutan belanja AI yang dibiayai utang di tengah meningkatnya biaya pinjaman.

Meski masih terkoreksi lebih dari 20% dari rekor penutupan tertinggi pada 22 Juni, indeks Philadelphia SE Semiconductor telah melonjak 62,1% sepanjang tahun berjalan.

Kinerja tersebut jauh melampaui kenaikan indeks S&P 500 yang mencapai 12,8% sejak awal tahun.

CEO Horizon Investment Services Chuck Carlson menilai, kabar mengenai Anthropic memberikan dorongan pemulihan bagi saham-saham AI, khususnya sektor semikonduktor, setelah mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.

“Berita tersebut tampaknya memberikan sedikit reli pemulihan bagi saham AI, terutama saham semikonduktor,” ujar Carlson.

Baca Juga: Bhuwanatala (BIPP) Gelar Private Placement 502,86 Juta Saham, Bidik Rp 100 Miliar

Data ekonomi AS juga menunjukkan peningkatan pesanan baru untuk komputer dan peralatan periferal. Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa belanja terkait AI masih menjadi salah satu pendorong permintaan di sektor teknologi.

Di sisi lain, Meta Platforms meningkatkan nilai penggalangan dana melalui penerbitan surat utang dan instrumen ekuitas menjadi US$ 97,5 miliar untuk membiayai ekspansi AI. Langkah tersebut menekan saham perusahaan induk Facebook itu hingga 1,6%.

Musim laporan keuangan dan keputusan The Fed

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan musim laporan keuangan kuartal III-2026. Berdasarkan data LSEG terbaru yang tersedia, hampir separuh perusahaan dalam indeks S&P 500 telah melaporkan kinerjanya.

Dari perusahaan yang sudah melaporkan hasil keuangan, sebanyak 83% membukukan kinerja di atas ekspektasi pasar.

Baca Juga: IHSG Melemah 1,99%, Intip Rekomendasi Saham LSIP, UNTR, ADRO, ERAA, dan VKTR

Namun, pergerakan saham individual masih dipengaruhi hasil kinerja dan prospek bisnis masing-masing perusahaan.

Saham Boeing anjlok 10,7% setelah perusahaan tersebut melaporkan kerugian kuartalan yang lebih besar dari perkiraan. Saham Xylem, perusahaan pengelolaan air, juga turun 14,2% setelah memangkas proyeksi kinerja setahun penuh.

Sebaliknya, saham United Parcel Service (UPS) naik 5,8% setelah perusahaan pengiriman paket tersebut menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunan. Saham operator kapal pesiar Royal Caribbean turut menguat 5,5% setelah meningkatkan proyeksi laba tahunannya.

Sementara itu, saham Sherwin-Williams turun 2,7% setelah laba kuartalannya tidak memenuhi ekspektasi pasar sehingga turut membebani pergerakan Dow Jones.

Investor selanjutnya menantikan laporan keuangan Microsoft dan Alphabet yang dijadwalkan pada Rabu (28/10/2026), disusul Amazon.com pada Kamis (29/10/2026).

Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve (The Fed) memulai rapat kebijakan pada Selasa. Pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%-4%.

Baca Juga: Upaya Diplomasi Timur Tengah Menguat, Harga Minyak Dunia Melandai

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Oktober dan menunggu pertemuan terakhir tahun ini pada Desember untuk kemungkinan penyesuaian berikutnya.

Carlson mengatakan, ekspektasi bahwa The Fed tidak akan mengubah suku bunga pada pertemuan kali ini turut memberikan ruang bagi reli pasar saham.

Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor teknologi mencatat kenaikan terbesar. Sebaliknya, sektor energi menjadi sektor dengan penurunan persentase terdalam seiring melemahnya harga minyak mentah di tengah perhatian pasar terhadap negosiasi perdamaian di Timur Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×