kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Laba United (UNTR) Anjlok 61,08% Hingga Kuartal III-2026, Ini Prospek Sahamnya


Selasa, 27 Oktober 2026 / 17:32 WIB
Laba United (UNTR) Anjlok 61,08% Hingga Kuartal III-2026, Ini Prospek Sahamnya
ILUSTRASI. Ilustrasi alat berat komatsu, UNTR. (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan kinerja yang kurang mengesankan di sepanjang periode Januari hingga September 2026. 

Berdasarkan kinerja keuangannya, laba bersih perusahaan merosot 61,08% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 4,46 triliun per kuartal III-2026, dari sebelumnya Rp 11,47 triliun. 

Sejalan dengan laba, pendapatan UNTR tercatat sebesar Rp 90,3 triliun, turun 10% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Stockbit Investment Research, Christian William Munaba, menjelaskan pelemahan kinerja UNTR terutama dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama, adanya beban nonberulang (non-recurring) yang dibukukan perusahaan pada kuartal I dan kuartal II-2026, masing-masing sekitar Rp 1,2 triliun dan Rp 2,2 triliun.

Baca Juga: Rupiah Kian Terpuruk, Arus Keluar Dana Asing dan Peringatan MSCI Jadi Pemicu

Kedua, penghentian sementara operasional tambang emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources pada kuartal I-2026 turut menekan kinerja perusahaan.

Meski demikian, jika mengecualikan beban nonberulang tersebut, laba inti atau core profit UNTR selama sembilan bulan pertama 2026 tercatat sekitar Rp 7,9 triliun. Kendati lebih tinggi dibandingkan laba bersih yang dilaporkan, capaian laba inti tersebut masih turun 31% yoy.

"Ke depan, rampungnya penerbitan seluruh revisi RKAB batu bara 2026 memberikan kepastian yang lebih baik bagi industri, meski proyeksi produksi nasional di 720 juta ton masih lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 sebesar 818 juta ton, sehingga dampak pembatasan produksi terhadap kinerja segmen heavy equipment, mining contractor, dan coal mining tetap perlu dicermati," jelas Christian dalam risetnya, Selasa (27/10/2026).

Sementara itu, Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama berpendapat penurunan kinerja UNTR terutama dipicu oleh dampak pemangkasan alokasi RKAB batu bara 2026 yang menekan bisnis alat berat dan pertambangan batu bara. 

Selain itu, penjualan emas Agincourt Resources menurun akibat penghentian sementara operasional Tambang Martabe pada awal tahun. Beban non-recurring sekitar Rp 3,5 triliun, termasuk impairment dan pembayaran terkait kawasan hutan, turut menekan laba. Di sisi lain, segmen kontraktor penambangan masih relatif solid dan menjadi penopang pendapatan.

"Hingga akhir tahun, peluang pemulihan tetap ada, terutama dari normalisasi operasional Tambang Martabe, kontribusi kontraktor penambangan, serta potensi perbaikan permintaan alat berat," ujar Elandry kepada Kontan, Selasa (27/10/2026). 

Namun, pemulihannya kemungkinan bertahap karena masih bergantung pada realisasi RKAB, harga komoditas, dan permintaan sektor pertambangan. Jadi, sentimen pasar terhadap UNTR akan sangat dipengaruhi oleh bukti perbaikan kinerja operasional pada kuartal IV.

Baca Juga: Laba ELSA Naik 29,4% Hingga September 2026, Kontrak Baru Jadi Katalis Positif

Untuk jangka panjang, UNTR masih menarik untuk dicermati karena memiliki diversifikasi bisnis dan eksposur pada sektor pertambangan emas. 

Elandry menyarankan buy on weakness saham UNTR dengan target harga Rp 30.000 per saham untuk horizon 12 bulan, dengan mempertimbangkan valuasi dan potensi pemulihan kinerja.

Namun, risiko yang perlu diperhatikan ialah tekanan berkepanjangan pada bisnis batu bara dan alat berat serta volatilitas harga komoditas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×