kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Wall Street Dibuka Turun Kamis (12/3), Minyak Dekati US$100 Picu Kekhawatiran Inflasi


Kamis, 12 Maret 2026 / 20:59 WIB
Wall Street Dibuka Turun Kamis (12/3), Minyak Dekati US$100 Picu Kekhawatiran Inflasi
ILUSTRASI. Wall Street (Bursa AS) (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Kamis (12/3/2026), seiring lonjakan harga minyak yang mendekati US$100 per barel.

Kenaikan harga energi tersebut memicu kembali kekhawatiran inflasi dan membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS.

Melansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 174,7 poin atau 0,37% ke level 47.242,52 pada awal perdagangan.

Indeks S&P 500 melemah 34,9 poin atau 0,52% menjadi 6.740,88, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 189,5 poin atau 0,83% ke posisi 22.526,58.

Baca Juga: Cek Prospek dan Rekomendasi Emiten yang Masih Diburu di Tengah Aksi Jual Asing

Lonjakan harga minyak terjadi setelah dua kapal tanker terbakar di perairan Irak yang diduga akibat serangan Iran.

Insiden tersebut merupakan bagian dari rangkaian serangan terhadap fasilitas minyak dan transportasi di kawasan Timur Tengah. Iran bahkan memperingatkan bahwa harga minyak berpotensi melonjak hingga US$200 per barel.

Kenaikan harga minyak memberi tekanan besar pada sektor yang sensitif terhadap biaya bahan bakar. Saham maskapai penerbangan yang tergabung dalam indeks S&P 500 diperkirakan mencatat penurunan bulanan terbesar dalam setahun.

Saham American Airlines dan United Airlines turun lebih dari 2% pada perdagangan pre-market. Saham perusahaan kapal pesiar seperti Norwegian dan Royal Caribbean juga ikut melemah.

Sebaliknya, saham perusahaan energi justru menguat seiring kenaikan harga minyak. Saham Occidental Petroleum dan ConocoPhillips masing-masing naik lebih dari 1%.

Baca Juga: Emiten Jasa Migas Ikut Kecipratan Cuan dari Lonjakan Harga Minyak Dunia

Selain itu, investor juga mencermati kondisi pasar private credit yang nilainya mencapai sekitar US$2 triliun.

Kekhawatiran muncul setelah sejumlah kasus kredit bermasalah dalam beberapa bulan terakhir memunculkan risiko penurunan kualitas pinjaman.

Perusahaan ekuitas swasta asal Swiss, Partners Group, memperingatkan bahwa tingkat gagal bayar di pasar private credit berpotensi meningkat dua kali lipat dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, Glendon Capital Management menyebut sejumlah pemberi pinjaman private credit diduga menutupi kelemahan portofolio mereka.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×