kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Harga Saham Anjlok 52%, Tapi Kinerja Emiten Ini Kinclong, Apakah Sahamnya Layak Beli?


Senin, 21 September 2026 / 05:49 WIB
Harga Saham Anjlok 52%, Tapi Kinerja Emiten Ini Kinclong, Apakah Sahamnya Layak Beli?
ILUSTRASI. Harga Saham Anjlok 52%, Tapi Kinerja Emiten Ini Kinclong, Apakah Sahamnya Layak Beli?


Reporter: Rashif Usman | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan pencapaian kinerja keuangan yang sangat impresif sepanjang paruh pertama tahun 2026. Namun harga saham yang mayoritas dikuasai konglomerat Prajogo Pangestu ini masih di level bawah usai terkoreksi sejak awal tahun 2026. Lalu, apakah saham PTRO memiliki prospek investasi yang baik seperti kinerjanya?

Harga saham PTRO pada akhir perdagangan Jumat 18 September 2026 ditutup di Rp 5.325, stagnan dibandingkan sehari sebelumnya. Sejak awal tahun 2026 atau secara year to date, harga saham PTRO terakumulasi melemah 5.875 poin atau 52,46%. 

Sementara itu, berdasarkan rilis laporan keuangan, perusahaan membukukan lonjakan signifikan pada sisi pendapatan maupun laba bersih.

  1. Pendapatan Bersih: Tumbuh sekitar 59% menjadi US$543,98 juta dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar US$340,94 juta.
  2. Laba Bersih: Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meroket hingga 902,5% mencapai US$10,78 juta, naik drastis dari posisi sebelumnya yang sebesar US$1,07 juta.

Analis Mega Capital Sekuritas, Revo Gilang Firdaus, menjelaskan bahwa kontributor terbesar tambahan pendapatan senilai US$ 203 juta tersebut berasal dari segmen pertambangan yang menyumbang sekitar US$ 135,7 juta.

Beberapa pelanggan utama seperti PT Vale Indonesia menunjukkan kenaikan signifikan dari US$ 23,6 juta menjadi US$ 60,8 juta, disusul oleh BP Berau, Kideco, dan

Freeport. Selain itu, PTRO juga mulai membukukan pendapatan sebesar US$28,2 juta dari segmen EPCI Offshore Oil & Gas serta kontribusi dari akuisisi Grup Hafar (HDK dan HDS) sejak Agustus 2025.

Baca Juga: Pengurus Gelar Aksi Jual Massal, Saham Emiten Menara Milik Grup Djarum Ini Rontok

Catatan Analis Terkait Lonjakan Laba Bersih

Kendati laba bersih melonjak hingga 902,5%, para analis mengingatkan investor agar membaca angka tersebut secara proporsional.

  1. Faktor Non-Operasional (One-off): Revo Gilang mengungkapkan bahwa kenaikan laba bersih yang sangat tinggi turut dipicu oleh pos operasi yang dihentikan (discontinued operations), yaitu adanya transaksi one-off yang berkaitan dengan divestasi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS/PTKMS) kepada SINI. Oleh karena itu, investor diimbau berhati-hati dalam memproyeksikan keberlanjutan laba bersih ke depan.
  2. Ekspansi Skala Bisnis: Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai pertumbuhan pendapatan sebesar 59% jauh lebih penting karena menunjukkan ekspansi aktivitas operasional yang nyata. Pertumbuhan top-line ini ditopang oleh peningkatan aktivitas mining services, engineering & construction, serta masuknya kontribusi offshore EPCI.
  3. Margin Tipis: Dengan perolehan laba bersih US$ 10,78 juta terhadap pendapatan US$ 543,98 juta, net profit margin PTRO berada di kisaran 2%. Hal ini menunjukkan bahwa PTRO merupakan bisnis dengan skala pendapatan besar namun margin yang relatif tipis.

Tonton: The Fed Naik, Perang Memanas: Saham, Obligasi atau Emas?

Prospek dan Katalis Kinerja ke Depan

Ke depan, PTRO memiliki visibilitas pendapatan yang terjaga berkat perolehan dua kontrak jasa pertambangan baru dengan PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP)—yang merupakan anak usaha tidak langsung SINI—dengan total nilai mencapai Rp9,3 triliun.

PBC diestimasikan memulai operasi komersial pada kuartal IV-2026.

CBP diestimasikan menyusul pada kuartal IV-2027.

Meski demikian, ekspansi yang agresif juga membawa tantangan tersendiri terkait execution risk dan struktur neraca keuangan (balance sheet). Kebutuhan alat berat, modal kerja (working capital), serta belanja modal (capex) yang besar menuntut pencermatan ketat terhadap tingkat leverage, beban bunga (interest expense), dan arus kas operasional.

Baca Juga: Pasar Saham Menanti RDG BI, Ini Proyeksi Suku Bunga dan IHSG

Rekomendasi dan Strategi Saham PTRO

Dari sisi pergerakan harga saham, Revo melihat saham PTRO cenderung bergerak konsolidasi dengan kisaran perdagangan di rentang Rp5.025 hingga Rp5.850 per saham.

Sementara itu, Elandry menilai pasar saat ini sudah berada dalam kondisi high expectation valuation, di mana harga saham telah lebih dulu mengantisipasi ekspansi bisnis dan kontrak-kontrak baru. Oleh karena itu, investor disarankan untuk menggunakan strategi investasi yang terukur:

  1. Strategi Utama: Menerapkan pendekatan trading buy on weakness alih-alih mengejar harga saat terjadi reli.
  2. Area Akumulasi: Rentang harga Rp5.200 - Rp5.400 dapat dimanfaatkan sebagai area akumulasi bertahap.
  3. Target Harga: Sasaran kenaikan harga berada di level Rp5.800 - Rp6.000, dengan potensi lanjutan ke Rp6.300 apabila momentum serta volume perdagangan mendukung.
  4. Manajemen Risiko: Level di bawah Rp5.000 dapat dijadikan batasan area pengamanan risiko (risk management).


     
    AirAsia Pangkas Penerbangan 25%, Ada Apa dengan Bisnisnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×