Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Sejumlah jajaran direksi dan komisaris PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) secara bersama-sama melepas kepemilikan saham mereka di perusahaan. Walhasil, harga saham emiten menara milik grup Djarum ini langsung rontok.
Harga saham TOWR pada perdagangan Jumat 18 September 2026 ditutup di Rp 414 turun 28 poin atau 6,33%. Secara year to date atau sejak awal tahun 2026, harga saham TOWR terakumulasi turun 29,23%.
Tahun ini, harga saham TOWR sempat anjlok ke level terendah Rp 316 pada 8 Juni 2026. Setelah itu harga bangkit hingga ke Rp 484 pada 8 September 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (18/9/2026), transaksi divestasi ini dilakukan oleh empat direktur dan dua komisaris pada harga Rp 437 per saham tanggal 16 September 2026.
Secara keseluruhan, total saham yang dilepas oleh keenam pengurus emiten menara milik Grup Djarum ini mencapai sekitar 224,23 juta saham, dengan nilai total transaksi menyentuh angka Rp 98,04 miliar.
Aksi jual besar-besaran ini terjadi di tengah kondisi pergerakan saham TOWR yang sedang berada dalam tekanan pasar. Pada perdagangan hari Jumat, saham TOWR ditutup terkoreksi 6,33% ke level Rp 414 per saham, serta mencatatkan penurunan hingga 8,81% dalam kurun waktu lima hari perdagangan terakhir.
Baca Juga: The Fed Naikkan Suku Bunga,, Analis Beberkan Proyeksi hingga Akhir 2026
Rincian Penjualan Saham oleh Jajaran Direksi
Berikut adalah rincian pelepasan saham yang dilakukan oleh masing-masing direktur TOWR:
- Ferdinandus Aming Santoso (Direktur Utama): Melepas sebanyak 96,998 juta saham di harga Rp 437 per saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 42,39 miliar. Setelah transaksi divestasi ini, kepemilikannya turun dari sebelumnya sekitar 109,61 juta saham (0,18% hak suara) menjadi sekitar 12,61 juta saham atau setara dengan hak suara 0,0213%.
- Eko Santoso Hadiprodjo (Direktur): Melakukan penjualan sebanyak 39,673 juta saham pada harga Rp 437 per saham, menghasilkan nilai transaksi sekitar Rp 17,34 miliar. Porsi kepemilikannya menyusut dari sekitar 43,67 juta saham (0,074%) menjadi sekitar 3,99 juta saham atau setara 0,007% hak suara.
- Indra Gunawan (Direktur): Menjual sebanyak 39,673 juta saham dengan harga yang sama dan nilai transaksi sekitar Rp 17,34 miliar. Kepemilikannya kini turun menjadi sekitar 1,17 juta saham (0,0019% hak suara) dari posisi sebelumnya sebesar 40,84 juta saham (0,0691%).
- Anita Anwar (Direktur): Melepas sebanyak 32,164 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 14,05 miliar. Pasca-transaksi tersebut, kepemilikan saham Anita tersisa sangat minim, yakni hanya 2.600 saham atau hampir menyentuh 0% dari sebelumnya 32,166 juta saham (0,054% hak suara).
Baca Juga: IHSG Bisa Rebound Hari Ini? Intip Juga Rekomendasi Saham dari Analis
Aksi Jual Jajaran Dewan Komisaris
Selain jajaran direksi, langkah divestasi serupa juga dilakukan oleh para petinggi di tingkat dewan komisaris:
- Ario Wibisono (Komisaris): Melepas sebanyak 7,861 juta saham pada harga Rp 437 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 3,43 miliar. Setelah aksi ini, kepemilikan sahamnya berubah dari 249,52 juta saham (0,422%) menjadi sekitar 241,655 juta saham atau setara dengan hak suara 0,4089%.
- Kenny Harjo (Komisaris): Tercatat memilih untuk melepas seluruh sisa sahamnya di perusahaan. Kenny menjual sebanyak 7,861 juta saham (0,0133% kepemilikan) dengan nilai transaksi sekitar Rp 3,43 miliar. Dengan penjualan ini, Kenny Harjo tidak lagi memiliki kepemilikan saham di TOWR.
Greenland, Denmark & USA: Kesepakatan Militer Tanpa Mengorbankan Kedaulatan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














