Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
Inflasi Jadi Perhatian The Fed
Investor khawatir kenaikan harga minyak dapat memicu tekanan inflasi yang lebih luas dan memperumit kebijakan bank sentral AS yang tengah menghadapi kenaikan harga akibat tarif perdagangan.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari sepekan.
Berdasarkan data LSEG, pelaku pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga 25 basis poin oleh The Fed baru akan terjadi pada September, mundur dari ekspektasi sebelumnya di Juli.
Sejumlah pejabat bank sentral dijadwalkan menyampaikan pandangan mereka hari ini, termasuk John Williams, Jeffrey Schmid, dan Neel Kashkari.
Baca Juga: UNVR Resmi Jual Bisnis Teh Sariwangi ke Savoria Kreasi Rasa Senilai Rp 1,5 Triliun
Di luar faktor geopolitik, pasar juga mencermati dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI) terhadap model bisnis tradisional serta volatilitas di pasar kredit swasta.
Saham MongoDB anjlok 27,2% setelah perusahaan perangkat lunak basis data itu memproyeksikan laba kuartalan di bawah ekspektasi pasar.
Sebaliknya, saham Target naik 3,5% setelah CEO baru Michael Fiddelke menjanjikan pemulihan pertumbuhan penjualan dan memberikan proyeksi laba yang optimistis.
Penguatan dolar AS turut menekan harga aset safe haven tradisional seperti logam mulia. Saham perusahaan tambang yang tercatat di AS, seperti Sibanye Stillwater dan Gold Fields, masing-masing merosot 14,4% dan 9,8%.
Pasar kini bergerak di bawah bayang-bayang konflik Timur Tengah yang berpotensi memperpanjang tekanan inflasi global dan meningkatkan volatilitas di pasar keuangan internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













