kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Valuasi Saham Tanah di BEI Terdiskon, Tapi Investor Masih Hitung Ulang Risiko


Rabu, 03 Juni 2026 / 17:29 WIB
Valuasi Saham Tanah di BEI Terdiskon, Tapi Investor Masih Hitung Ulang Risiko
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

Setali tiga uang, Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi mengatakan indikator valuasi historis masih relevan digunakan investo tetapi harus dibaca dalam konteks risk premium yang sedang tinggi. 

Menurut dia, kenaikan yield obligasi dan pelemahan rupiah membuat discount rate yang digunakan investor ikut meningkat. Akibatnya, nilai wajar saham menjadi lebih rendah dibanding sebelumnya.

“Yang terjadi sekarang bukan cuma saham murah, tetapi risk premium re-rating struktural," kata Wafi kepada Kontan, Rabu (3/5). 

Baca Juga: Risk Off Global dan Anjloknya IHSG Tekan Rupiah ke Rp 17.967 per Dolar AS

Wafi bilang posisi IHSG pada saat ini belum sepenuhnya mencerminkan seluruh risiko yang membayangi Indonesia. Dia menyebut ada tiga risiko utama yang masih menghantui. 

Yakni, potensi perubahan rating sovereign, kemungkinan penurunan status Indonesia menjadi frontier market oleh MSCI dan risiko pelebaran defisit fiskal. Jika salah satu terjadi, Wafi memperkirakan IHSG akan menguji area 5.500 hingga 5.700.

Wafi menyarankan investor mencermati emiten yang memiliki pendapatan berbasis dolar AS dan arus kas yang relatif stabil seperti MEDC, AADI, dan ANTM. Investor sebaiknya tidak melakukan bottom fishing di saham spekulatif.

Sementara, Alrich menyebut saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI masih menarik dicermati. Selain itu, saham defensif seperti TLKM, ICBP, dan ISAT juga dinilai mampu bertahan di tengah volatilitas pasar.

Baca Juga: IHSG Anjlok Rabu (3/6), Efek Pelemahan Rupiah dan Penyusutan Surplus Neraca Dagang

Meski peluang akumulasi mulai terbuka, Alrich menyarankan investor tetap menjaga sebagian porsi kas mengingat ketidakpastian pasar masih tinggi dan volatilitas berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×