kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Usai buyback harga saham Matahari Department Store (LPPF) terus turun, kenapa?


Kamis, 23 Januari 2020 / 11:38 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah pengunjung memilih pakaian yang dijual di Matahari Department Store.


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) baru saja melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) sebanyak 87,52 juta saham dengan rata-rata harga Rp 4.234,64 per saham. Selama periode buyback tersebut, justru harga saham LPPF cenderung melemah.

Sejak awal tahun, harga saham LPPF tertekan 6,65% ke level Rp 3.930 pada Kamis (24/1) pukul 11.16 WIB.

Baca Juga: Matahari Department Store (LPPF) buyback 87,52 juta saham

Analis BNI Sekuritas William Siregar mengatakan buyback memang katalis positif bagi pasar, namun kondisi saat ini masih cukup banyak tantangan baik di sisi internal atau eksternal. Ini membuat saham-saham termasuk LPPF cenderung bergerak sangat volatile.

"Beta LPPF juga sebesar 0,6x, yang cukup agresif dipengaruhi dan kondisi market. Jadi benar ada dampak dari kondisi market juga," kata William menjelaskan alasan harga LPPF bergerak turun, Kamis (23/1).

Semakin besar Beta atau mendekati angka satu maka semakin besar pengaruhnya terhadap pasar.

Selain itu, fundamental perusahaan juga dinilai masih menantang. Di industri ritel, BNI Sekuritas melihat outlook ritel untuk segmen menengah ke atas masih sangat menarik, tapi tidak untuk segmen menengah ke bawah.

Dengan posisiLPFF yang cenderung mengambil segmen menengah ke bawah, maka perusahaan ini masih akan menghadapi tantangan, khususnya dampak dari lemahnya daya beli masyarakat di Indonesia.

"LPFF masih memiliki peluang ke depan jika ada improvisasi bisnis secara keseluruhan. Namun, dalam jangka panjang, lanskapnya masih akan tetap menantang," imbuh William.

Baca Juga: IHSG ditutup naik tipis di tengah net sell investor asing

Dalam jangka pendek menengah, LPPF bisa memiliki peluang untuk re-rating karena ada momen Natal dan tahun baru pada kuartal IV-2019 dan  adanya momen Imlek pada kuartal I-2020.

"Isu terkait LPPF yang akan diakuisisi oleh pihak luar juga memiliki peluang yang besar. Jadi investor bisa memanfaatkan momentum jangka pendek menengah ini," saran William.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×