kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

UNSP ingin pangkas utang Rp 2 triliun di 2014


Jumat, 13 Desember 2013 / 18:52 WIB
ILUSTRASI. Promo Guardian +1000 Get 2 Pcs Periode 28 Juli-3 Agustus 2022


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) menargetkan dapat mengurangi jumlah utang sebesar Rp 2 triliun di tahun depan. Cara yang ditempuh perseroan untuk membayar utang dengan cara menjual aset perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan UNSP per 30 September 2013, jumlah utang perseroan tercatat Rp 12,83 triliun.

Balakrishnan Chandrasekaran, DIrektur Keuangan UNSP mengatakan saat ini perseroan selalu menjalin komunikasi dengan kreditur agar struktur cicilan utang dapat disesuaikan dengan kemampuan perseroan.

“Tahun depan kami berencana turunkan utang sekitar Rp 2 triliun. Kalau utang turun aset juga turun,” katanya usai Paparan Publik di Jakarta, Jumat (13/12). Sayang, dia tidak menyebutkan aset mana yang akan dilepas perusahaan.

Bila rencana anak usaha PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) ini berjalan mulus, maka jumlah utang perseroan akan menyusut menjadi Rp 10,83 triliun di tahun depan.

Sebagai informasi, pada 27 September 2013 lalu, perseroan juga telah mendivestasi seluruh aset PT Guntung Idamanusa sebesar US$ 41,29 juta. Penjualan aset perseroan kepada PT Berkat Sawit Sejati dan PT Mitra Sistra, merupakan salah satu strategi UNSP untuk menjaga rasio keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×