kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.822   -6,00   -0,04%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

UNSP ingin pangkas utang Rp 2 triliun di 2014


Jumat, 13 Desember 2013 / 18:52 WIB
UNSP ingin pangkas utang Rp 2 triliun di 2014
ILUSTRASI. Promo Guardian +1000 Get 2 Pcs Periode 28 Juli-3 Agustus 2022


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) menargetkan dapat mengurangi jumlah utang sebesar Rp 2 triliun di tahun depan. Cara yang ditempuh perseroan untuk membayar utang dengan cara menjual aset perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan UNSP per 30 September 2013, jumlah utang perseroan tercatat Rp 12,83 triliun.

Balakrishnan Chandrasekaran, DIrektur Keuangan UNSP mengatakan saat ini perseroan selalu menjalin komunikasi dengan kreditur agar struktur cicilan utang dapat disesuaikan dengan kemampuan perseroan.

“Tahun depan kami berencana turunkan utang sekitar Rp 2 triliun. Kalau utang turun aset juga turun,” katanya usai Paparan Publik di Jakarta, Jumat (13/12). Sayang, dia tidak menyebutkan aset mana yang akan dilepas perusahaan.

Bila rencana anak usaha PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) ini berjalan mulus, maka jumlah utang perseroan akan menyusut menjadi Rp 10,83 triliun di tahun depan.

Sebagai informasi, pada 27 September 2013 lalu, perseroan juga telah mendivestasi seluruh aset PT Guntung Idamanusa sebesar US$ 41,29 juta. Penjualan aset perseroan kepada PT Berkat Sawit Sejati dan PT Mitra Sistra, merupakan salah satu strategi UNSP untuk menjaga rasio keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×