kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.945   32,00   0,18%
  • IDX 6.039   2,10   0,03%
  • KOMPAS100 778   1,37   0,18%
  • LQ45 596   0,86   0,14%
  • ISSI 210   -0,13   -0,06%
  • IDX30 332   1,25   0,38%
  • IDXHIDIV20 424   1,56   0,37%
  • IDX80 89   0,13   0,15%
  • IDXV30 115   0,32   0,28%
  • IDXQ30 108   0,44   0,41%

Turun 4 Hari Beruntun, Rupiah Sentuh Rekor Pelemahan Terdalam Rp 15.934


Senin, 23 Oktober 2023 / 16:14 WIB
Turun 4 Hari Beruntun, Rupiah Sentuh Rekor Pelemahan Terdalam Rp 15.934
ILUSTRASI. Mata uang Dolar Amerika dan Rupiah. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Bidara Pink, Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terus melemah di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg, rupiah pasar spot ditutup pada level Rp 15.934 per dolar AS atau turun 0,38% dari posisi akhir pekan kemarin.

Posisi rupiah sentuh level rekor pelemahan terdalam dengan penurunan empat hari berturut-turut.

Pada indeks Jakarta Interbank Spot Dollar (Jisdor), rupiah juga menembus rekor penurunan terdalam. Rupiah berakhir di posisi Rp 15.943 atau turun 0,55% dari posisi sebelumnya sekaligu merupakan pelemahan 7 hari beruntun.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Begini Dampaknya Bagi Industri Baja

Asal tahu, dolar AS menguat hari ini karena imbal hasil obligasi AS yang tinggi. Indeks dolar AS menguat tipis ke 106,23.

Bank Indonesia (BI) baru memutuskan untuk menaikkan suku bunga kebijakan, BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) menjadi 6% pada pekan lalu.

Deputi Gubernur BI Juda Agung menegaskan, dasar bagi keputusan otoritas moneter tersebut adalah untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Juda menjelaskan, ini seiring dengan ketidakpastian global dan juga kenaikan imbal hasil surat utang Amerika Serikat (AS) juga dolar AS yang makin perkasa.

"Dengan kenaikan imbal hasil surat utang AS yang begitu cepat, dolar AS yang kuat, maka kami harus menambah amunisi dengan menaikkan suku bunga kebijakan," terang Juda dalam peluncuran bukku KSK no. 41, Senin (23/10).

Baca Juga: BI: Kenaikan Suku Bunga Menjadi 6% Jadi Tambahan Amunisi Jaga Rupiah

Ketidakpastian yang dimaksud Juda adalah terkait dengan memanasnya tensi geopolitik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×