kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Trump bikin ulah, harga minyak melorot


Rabu, 13 November 2019 / 20:51 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi harga minyak


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

Tidak jauh berbeda, Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono juga memprediksi pergerakan harga minyak di sisa tahun bakal berada di rentang US$ 50 per barel hingga US$ 60 per barel. Dengan ramalan di akhir tahun, harga akan ditutup di kisaran US$ 55 per barel. 

Baca Juga: Harga minyak tertekan meski stok AS diprediksi turun

Menurutnya, hingga saat ini harga minyak masih dihantui sentimen ancaman kondisi ekonomi global, perang dagang dan isu tarik ulur pemangkasan produksi OPEC.

"Walau ancaman pelambatan ekonomi dan isu perang dagang masih potensial. Namun, harga minyak bisa lebih baik tahun depan dan terbuka untuk menguji level penguatan di atas US$ 60 per barel," ujar Wahyu.

Wahyu masih optimistis bahwa produksi minyak masih bisa bullish di tengah pelambatan ekonomi. Begitu juga dengan aktifitas impor yang diprediksi meningkat seiring rencana pemangkasan produksi oleh OPEC.

Selain itu, proses penyulingan juga diyakini akan bullish dengan margin perusahaan yang kuat. Selain itu, aktifitas ekspor juga masih akan bertumbuh dengan tingkat pertumbuhan yang berlanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×