kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Trump bikin ulah, harga minyak melorot


Rabu, 13 November 2019 / 20:51 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi harga minyak


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

Tidak jauh berbeda, Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono juga memprediksi pergerakan harga minyak di sisa tahun bakal berada di rentang US$ 50 per barel hingga US$ 60 per barel. Dengan ramalan di akhir tahun, harga akan ditutup di kisaran US$ 55 per barel. 

Baca Juga: Harga minyak tertekan meski stok AS diprediksi turun

Menurutnya, hingga saat ini harga minyak masih dihantui sentimen ancaman kondisi ekonomi global, perang dagang dan isu tarik ulur pemangkasan produksi OPEC.

"Walau ancaman pelambatan ekonomi dan isu perang dagang masih potensial. Namun, harga minyak bisa lebih baik tahun depan dan terbuka untuk menguji level penguatan di atas US$ 60 per barel," ujar Wahyu.

Wahyu masih optimistis bahwa produksi minyak masih bisa bullish di tengah pelambatan ekonomi. Begitu juga dengan aktifitas impor yang diprediksi meningkat seiring rencana pemangkasan produksi oleh OPEC.

Selain itu, proses penyulingan juga diyakini akan bullish dengan margin perusahaan yang kuat. Selain itu, aktifitas ekspor juga masih akan bertumbuh dengan tingkat pertumbuhan yang berlanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×