kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Trump bikin ulah, harga minyak melorot


Rabu, 13 November 2019 / 20:51 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi harga minyak


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat geger pasar global, dengan mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya siap membatalkan kesepakatan perang dagang dengan China, jika tidak memberikan keuntungan bagi Negeri Paman Sam tersebut. Kekecewaan pasar pun direspon dengan melorotnya harga minyak global pada perdagangan Rabu (13/11).

Mengutip Bloomberg, pergerakan minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember 2019 di New York Mercantile Exchange turun 0,79% ke US$ 56,35 per barel.

Analis Monex Investindo Faisyal mengatakan, sikap Trump yang masih tarik ulur membuat pasar kecewa. Ditambah lagi, Presiden AS tersebut belum memberikan informasi detail dimana dan kapan kesepakatan dagang dengan China akan berlangsung.

"Sikap Trump tersebut, juga memicu pandangan akan risiko pelambatan ekonomi global ke depan," ungkap Faisyal, Rabu (13/11).

Baca Juga: Harga minyak masih merambat turun

Sentimen lainnya yang juga berhasil menyeret harga minyak turun yakni data Badan Energi Internasional (IEA) yang memperkirakan bahwa permintaan minyak di 2025 bakal mengalami penurunan. Di mana, pertumbuhan permintaan minyak global diperkirakan bakal melambat sebanyak 100.000 barel per hari.

Untuk itu, Faisyal memperkirakan pergerakan minyak hingga akhir tahun bakal berada di rentang US$ 50 per barel hingga US$ 60 per barel. Secara teknikal, harga pun masih bergerak sideways akibat sentimen yang cenderung tarik ulur.

Di sisi lain, pasar juga tengah menanti keputusan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terkait produksi minyak ke depan. Mengingat, Desember nanti akan ada pertemuan OPEC yang akan membahas perpanjang produksi atau mungkin memperdalam pemangkasan produksi minyak ke depan. 

"Sentimen perang dagang AS dengan China, serta produksi OPEC masih tarik ulur untuk prospek harga minyak ke depan," jelasnya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×