Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten distributor tas koper dan peralatan rumah tangga, PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) menyiapkan sejumlah strategi untuk memperbaiki kinerja pada 2026.
Direktur Utama Rohartindo Nusantara Luas Ronald Hartono Tan menyatakan TOOL akan fokus meningkatkan penjualan pada segmen koper pintar Airwheel dan produk perkakas yang menjadi lini usaha utama.
Untuk mendukung target tersebut, TOOL berencana memperluas jangkauan pasar, meningkatkan eksposur merek melalui berbagai kegiatan promosi, serta memperkuat kerja sama dengan mitra usaha.
Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,85% ke Rp 17.709 per Dolar AS pada Senin (15/6)
“Seluruh inisiatif tersebut dilaksanakan dengan tetap memperhatikan efisiensi operasional dan pengendalian biaya,” jelas Ronald dalam paparan publik, Senin (15/6).
Strategi tersebut ditempuh setelah kinerja perseroan tertekan pada 2025. TOOL membukukan pendapatan sebesar Rp 59,26 miliar, turun 36,64% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 93,53 miliar.
Penurunan pendapatan terjadi di seluruh segmen usaha, mulai dari tas koper, perkakas hingga peralatan rumah tangga. Ronald bilang melemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang menekan permintaan produk.
Sejalan dengan itu, laba bruto TOOL turun 39,37% menjadi Rp 24,26 miliar dari Rp 40,01 miliar pada 2024. Di level bottom line, TOOL mencatat rugi bersih Rp 6,99 miliar, berbalik dari laba bersih Rp 937 juta pada tahun sebelumnya.
Untuk memperluas pasar, TOOL melanjutkan ekspansi jaringan distribusi Airwheel melalui sejumlah department store. Ini dimulai pada 2024 dengan membuka tiga counter di Jakarta, yakni di SEIBU Grand Indonesia, SOGO Pondok Indah Mall 2 dan SOGO Plaza Senayan.
TOOL juga memiliki toko Airwheel di Sedayu City, Kelapa Gading. Ekspansi berlanjut pada 2025 melalui pembukaan counter Airwheel di SOGO Pakuwon Mall Surabaya, toko Airwheel di Galaxy Mall 3 Surabaya, serta counter di SOGO Paris Van Java Bandung.
“Kami berharap perluasan jaringan distribusi dan penguatan merek Airwheel dapat mendongkrak penjualan sekaligus menjadi pendorong pemulihan kinerja pada 2026,” tutur Ronald.
Baca Juga: IHSG Menguat 5,03% ke 6.309 di Sesi I Senin (15/6), DEWA, BUMI, AMMN Top Gainers LQ45
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













