Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga perak tetap berada di bawah US$ 61 per ons troi pada akhir September 2026, turun sekitar 8% sepanjang bulan ini dan mendekati level terendahnya sejak awal Agustus.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Rabu (30/9), logam mulia terus tertekan oleh imbal hasil (yield) US Treasury yang tinggi, sementara inflasi yang dipicu oleh harga energi serta komentar bernada hawkish dari pejabat The Federal Reserve (The Fed) memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan lebih lanjut di akhir tahun ini.
Namun, data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan dan pernyataan yang cenderung dovish dari Presiden The Fed New York, John Williams, meredakan ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lagi dalam waktu dekat.
Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 0,3% pada bulan Agustus, di bawah perkiraan 0,4%, sementara PCE inti meningkat 0,2%, juga di bawah prediksi 0,3%.
Secara tahunan, inflasi PCE utama tercatat sebesar 3,4%, di bawah ekspektasi 3,7%. Williams menyatakan bahwa The Fed tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga lagi setelah kenaikan bulan ini.
Pasar kini memperhitungkan peluang kurang dari 40% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Oktober, turun tajam dari 70% pada hari Jumat lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












