Reporter: Vivit Dewi | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas dunia berpeluang melanjutkan penguatan hingga akhir tahun setelah kembali bertahan di atas US$ 4.400 per ons troi. Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (12/8) pukul 17.06 WIB, harga emas berada di US$ 4.415 per ons troi.
Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono melihat pergerakan harga emas masih berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami koreksi dari level tertingginya. Ia menilai pergerakan selanjutnya akan ditentukan oleh kemampuan emas menembus sejumlah level resistance.
“Target penguatan ke area 4600-4900,” kata Wahyu.
Baca Juga: Mata Uang Asia Bergerak Beragam, Simak Proyeksinya hingga Akhir 2026
Wahyu menempatkan US$ 4.600 sebagai resistance berikutnya, sementara US$ 4.900 menjadi resistance yang lebih kuat. Jika level tersebut berhasil ditembus, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju US$ 5.000–US $6.000 per ons troi.
Menurutnya, peluang penguatan tersebut didukung oleh indikasi pembalikan tren. Harga emas dinilai telah menemukan titik bawah setelah sebelumnya terkoreksi cukup dalam.
“XAUUSD sepertinya sudah bottom out di 3943. Bullish Reversal potensial terjadi,” ujar Wahyu.
Dari sisi fundamental, ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve menjadi penggerak utama arah harga emas. Suku bunga dan yield US Treasury yang tinggi menjadi tekanan karena meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Sebaliknya, pelemahan dolar AS dan meredanya inflasi dapat menjadi katalis positif bagi emas.
“Saat ini, ekspektasi suku bunga The Fed merupakan pengemudi utama yang menentukan arah harian harga emas,” ujar Wahyu.
Wahyu menilai pelemahan data ekonomi AS, terutama sektor tenaga kerja, dapat memberikan ruang bagi harga emas untuk melanjutkan penguatan. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi tekanan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Namun, kenaikan harga minyak akibat eskalasi geopolitik tetap menjadi risiko karena dapat kembali mendorong inflasi dan memperkuat sikap hawkish The Fed.
Baca Juga: Rugi XLSMART (EXCL) Susut Jadi Rp 994 Miliar, Analis: Ada Sinyal Positif Usai Merger
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
