kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Tersulut Wall Street, harga komoditas logam industri kompak menguat


Selasa, 11 Februari 2020 / 14:49 WIB
ILUSTRASI. Harga komoditas logam industri seperti nikel berhasil menguat di tengah kekhawatiran virus corona


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Penutupan Wall Street yang mencetak rekor baru membuat harga komoditas logam industri ramai-ramai rebound

Mengutip Reuters, Selasa (11/2) pukul 14.00 WIB, harga tembaga kontrak tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) naik 1,2% menjadi US$ 5.736 per ton. 

Kenaikan juga terjadi pada harga nikel, yang berhasil menguat 2,8% ke level US$ 13.250 per ton. Setali tiga uang, harga aluminium kontrak tiga bulanan di LME turun menguat 1,3% ke US$ 1.724,50 per ton.

Baca Juga: Harga tembaga masih di bawah tekanan virus corona

Penguatan pada mayoritas komoditas logam mulia ini terjadi setelah indek S&P 500 dan Nasdaq ditutup menguat ke level tertingginya sepanjang masa pada Senin (10/2). Ini terjadi setelah pekerja dan pabrik di China perlahan-lahan kembali berjalan.

Wall Street mencatat rekor tertinggi dalam semalam, sekuritas China juga naik, sehingga sentimen telah membaik bagi komoditas logam industri.

"Saya mengatakan China berada di bawah kendali sekarang, atau dekat dengan itu. Pemerintah memiliki langkah-langkah untuk memerangi itu (wabah)," tambah sumber Reuters. 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×