kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.404.000   -15.000   -1,06%
  • USD/IDR 16.195
  • IDX 7.294   -26,58   -0,36%
  • KOMPAS100 1.142   -7,10   -0,62%
  • LQ45 920   -3,25   -0,35%
  • ISSI 218   -1,41   -0,64%
  • IDX30 460   -1,72   -0,37%
  • IDXHIDIV20 554   -0,98   -0,18%
  • IDX80 128   -0,53   -0,41%
  • IDXV30 130   0,41   0,32%
  • IDXQ30 155   -0,33   -0,21%

Tersandung kasus, hindari sementara saham TOWR dan TBIG


Kamis, 03 Mei 2018 / 21:03 WIB
Tersandung kasus, hindari sementara saham TOWR dan TBIG
ILUSTRASI. Perawatan menara Tower Bersama


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Karyawan dua perusahaan menara besar tengah tersandung kasus suap, yakni PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Oknum karyawan dari kedua perusahaan tersebut menjadi tersangka suap terkait pembangunan menara telekomunikasi di Mojokerto.

Manajemen kedua perusahaan itu masih bungkam ketika KONTAN menanyakan perihal sanksi yang akan dijatuhkan oleh perusahaan kepada oknum karyawan.

Analis Henan Putihrai Liza C.Suryananta mengatakan, umumnya, emiten yang tersangkut kasus pidana seperti kasus-kasus suap dan korupsi berpotensi mencatatkan penurunan kinerja saham. Jadi, menurutnya akan lebih baik jika investor menghindari saham-saham tersebut terlebih dahulu.

"Hindari dulu hingga tuntutan pidananya jelas," kata Liza kepada KONTAN, Kamis (3/5).

Kata Liza, hal-hal seperti ini sebenarnya bisa mempengaruhi saham perusahaan, seperti yang pernah terjadi pada APLN, BKSL dan AISA. Saham ketiga perusahaan tersebut mencatatkan penurunan signifikan usai tersangkut   kasus pidana.

Meski demikian, Liza meyakini bahwa yang terjadi pada TBIG dan TOWR tidak akan berdampak besar seperti AISA. Efek terhadap AISA memang cukup besar, lantaran bisnisnya menyangkut penipuan produk sehingga menghantam kinerja saham perusahaan. Sedangkan, kasus yang menimpa TOWR dan TBIG tidak menyangkut produk sehingga tak akan berdampak besar.

Apalagi bisnis menara masih cukup menjanjikan di Indonesia. "Bisnis telekomunikasi masih menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi negara, tak mungkin mundur," papar Liza.

Hanya, Liza berpesan bahwa sebaiknya perusahaan melakukan pembersihan manajemen dan melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan terkait dengan oknum yang menjadi tersangka kasus suap tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×