kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   -10,56   -1.11%
  • EMAS932.000 0,65%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Teknologi dan kapitalisasi pasar perlu dipertimbangkan dalam memilih aset kripto


Selasa, 26 Oktober 2021 / 21:41 WIB
Teknologi dan kapitalisasi pasar perlu dipertimbangkan dalam memilih aset kripto
ILUSTRASI. Dalam berinvestasi di aset kripto atau token, perlu ada banyak pertimbangan untuk memilih aset yang tepat.

Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam berinvestasi di aset kripto atau token, perlu ada banyak pertimbangan untuk memilih aset yang tepat. Misalnya adalah kegunaan dan teknologinya.

CEO Indodax, Oscar Darmawan mengatakan, untuk menilai aset kripto untuk dimiliki dan bisa dijadikan investasi jangka panjang bisa dilihat dari perkembangan teknologi blockchain-nya, seperti kegunaan untuk Decentralized Finance (DeFi), gaming, dan sebagainya.

“Fundamental yang baik ditandai dengan kapitalisasi pasar yang besar, use case atau utilitas proyeknya, jumlah permintaan yang tinggi, volume trading yang tinggi, dan likuiditas,” kata Oscar kepada Kontan.co.id, Senin (25/10).

Baca Juga: Melihat koleksi aset kripto Elok Musk, tidak ada Shiba Inu si pembunuh Dogecoin

Oscar juga menyarankan untuk melihat aset kripto dari kapitalisasi pasarnya di CoinMarketCap. Semakin tinggi kapitalisasi pasarnya maka semakin bagus. Oscar melihat aset kripto Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Cardano (ADA), dan Polkadot (DOT) menjadi aset yang menarik karena kapitalisasi pasar yang besar.

Selain bitcoin, Oscar juga melihat, ethereum berada di posisi kedua sebagai aset kripto dengan tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Menurut dia ethereum ini menarik karena dikenal sebagai aset kripto digital pertama yang memperkenalkan konsep smart contract.

“Menentukan aset kripto yang cocok untuk investasi jangka panjang sebenarnya dapat kita lihat kapitalisasi pasarnya di CoinMarketCap. Semakin tinggi kapitalisasi pasarnya, semakin bagus dan cocok untuk investasi jangka panjang, contohnya Bitcoin,” kata Oscar.

Baca Juga: ETF ketiga siap meluncur, harga Bitcoin pulih dari penurunan akhir pekan lalu

Tidak Hanya itu, Oscar juga menjelaskan, kalau bitcoin bisa dievaluasi apakah cocok untuk dijadikan investasi jangka panjang atau tidak berdasarkan biaya mining untuk menghitung harga produksi per bitcoin. “Ini bisa dijadikan semacam patokan pada saat melihat harga bitcoin sekarang wajarnya berada di harga berapa dari cost underlying-nya,” ujar dia.

Sedangkan token untuk trading jangka pendek, menurutnya yang paling menguntungkan adalah aset jenis utilitas. Hal ini karena pada umumnya aset tersebut mempunyai volatilitas harga yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan oleh trader melakukan aksi beli dan jual.

Tidak hanya itu, aset kripto berbasis komoditas juga menarik untuk dikoleksi. Oscar melihat, harga aset kripto tersebut saat ini sedang berada di bawah harga pasar komoditasnya. Aset kripto tersebut adalah Lyfe Land (LGOLD), Lyfe Silver (LSILVER), Digix Gold Token (DGX), dan Lyfe Land (LLAND).

Baca Juga: Inilah negara Afrika pertama yang meluncurkan mata uang digital

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×