kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bursa Asia Anjlok di Pagi Ini, Terseret Kebijakan Tarif Trump


Kamis, 03 April 2025 / 08:26 WIB
Bursa Asia Anjlok di Pagi Ini, Terseret Kebijakan Tarif Trump
ILUSTRASI. Kamis (3/4), Bursa Asia anjlok pada perdagangan pagi ini dengan indeks Nikkei sempat dibuka anjlok lebih dari 4% dan indeks Kospi turun 3%


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia anjlok di awal perdagangan hari ini. Kamis (3/4), pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 anjlok 3,22% ke 34.575,22. Sejalan, indeks Hang Seng dibuka melemah 2,43% ke 22.638,21.

Sedangkan, indeks Kospi turun 1,27% ke 2.473,97 dan indeks ASX 200 melemah 1,46% ke 7.818,7.

Sementara itu, FTSE Straits Times terlihat turun 0,78% ke 3.923,44 dan FTSE Malay melemah 0,41% ke 1.520,3.

Pasar Asia anjlok setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan tarif timbal balik yang besar untuk lebih dari 180 negara dan wilayah. 

Dalam bagan yang diunggah di media sosial, Gedung Putih menunjukkan tarif efektif diberlakukan negara lain pada barang-barang Amerika, termasuk dengan "manipulasi mata uang dan hambatan perdagangan."

Baca Juga: Bursa Asia Bersiap Dibuka Melemah Usai Trump Umumkan Kebijakan Tarif Baru

Gedung Putih mengatakan bahwa tarif timbal balik baru pada China akan ditambahkan ke tarif yang ada sebesar 20%. Ini artinya, tarif sebenarnya pada China berdasarkan ketentuan Trump mencapai 54%.

Sementara itu, barang-barang dari India, Korea Selatan, dan Australia menghadapi tarif masing-masing sebesar 26%, 25%, dan 10%.

Dengan kebijakan tersebut, indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka turun 1,55%.

Indeks acuan Nikkei 225 Jepang anjlok lebih dari 4% pada pembukaan, sementara indeks Topix juga dibuka ambles lebih dari 4%.

Di Korea Selatan, indeks Kospi juga dibuka melemah lebih dari 3% pada pembukaan, sementara indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil turun 0,55%.

Pada sesi ini, harga emas mencapai rekor tertinggi dan diperdagangkan pada US$ 3.156,75 per ons pada pukul 7.28 pagi waktu Singapura, karena investor berbondong-bondong membeli logam mulia tersebut.

Kontrak berjangka AS anjlok karena tarif besar-besaran Trump setidaknya 10% dan bahkan lebih tinggi untuk beberapa negara, meningkatkan risiko perang dagang global yang akan berdampak buruk pada ekonomi AS yang sudah melambat.

Baca Juga: Harga Emas Tembus Rekor Tertinggi Usai Trump Umumkan Tarif Timbal Balik

Pada sesi sebelumnya, Wall Street ditutup menguat dalam sesi yang bergejolak. Di mana, indeks S&P 500 naik 0,67% hingga ditutup pada 5.670,97 dan indeks Nasdaq Composite naik 0,87% dan berakhir pada 17.601,05.

Indeks Dow Jones Industrial Average yang terdiri dari 30 saham pun naik 235,36 poin, atau 0,56%, dan ditutup pada 42.225,32.

Saham Tesla naik 5,3%, naik karena berita bahwa Presiden Trump telah memberi isyarat kepada kabinetnya bahwa Elon Musk akan mundur

Selanjutnya: Kisah Charlie Munger Tinggal di Rumah yang Sama Selama 70 Tahun Lebih,

Menarik Dibaca: Ini Saham Paling Mengerek dan Menyeret IHSG Sepanjang Kuartal I 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×