kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.823   -5,00   -0,03%
  • IDX 8.126   94,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.145   12,93   1,14%
  • LQ45 827   6,36   0,77%
  • ISSI 288   4,50   1,59%
  • IDX30 430   3,40   0,80%
  • IDXHIDIV20 517   3,74   0,73%
  • IDX80 128   1,34   1,05%
  • IDXV30 141   1,34   0,96%
  • IDXQ30 140   1,05   0,76%

Tak ada jalan keluar, BEI lanjut suspen saham TRAM


Selasa, 15 Juli 2014 / 15:31 WIB
Tak ada jalan keluar, BEI lanjut suspen saham TRAM
ILUSTRASI. Kresna Life diberi waktu oleh OJK untuk meminta persetujuan pemegang polis hingga 13 Februari 2023.


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sudah lebih dari satu bulan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan saham PT Trada Maritime Tbk (TRAM). Perusahaan pelayaran ini dilanda masalah utang dan dugaan penyelundupan.

Hoesen, Direktur Penilaian Perusahaan BEI mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan pihak manajemen TRAM pekan lalu.

"Mereka bilang belum ada jalan keluarnya, kami akan tunggu," ujarnya, Senin (14/7).

Seperti diketahui, otoritas BEI memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan efek PT Trada Maritimie Tbk (TRAM) mulai sesi I perdagangan Jumat, 6 Juni 2014. Suspensi ini buntut dari adanya keterangan default dari salah satu krediturnya, International Finance Corporation (IFC).

IFC mendaulat TRAM untuk membayar utang pokok senilai US$ 30,57 juta dan tunggakan bunga maupun biaya lainnya senilai US$ 774,36 ribu dalam jangka waktu tiga hari kerja.

Manajemen TRAM menerima surat tertanggal 28 Mei 2014 itu pada  2 Juni 2014. Selain itu, salah satu kapal TRAM, MT Jelita Bangsa diduga melakukan penyelundupan minyak mentah yang berasal dari sumur miliki Chevron Pacific Indonesia di Dumai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×