kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Tak ada alasan tunda belanja saham consumer goods


Minggu, 27 Mei 2018 / 22:17 WIB

Tak ada alasan tunda belanja saham consumer goods
ILUSTRASI. Pasar modal

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal 2018, rata-rata indeks saham sektor consumer goods atau barang konsumsi mencatat koreksi 13,77% per Jumat (25/5). Namun, dalam sepekan kondisinya berubah, di mana sektor justru sukses mencatatkan penguatan 3,69%.

Senior Analis Paramitra Alfa Sekuritas William Siregar mengungkapkan, investor sudah bisa masuk ke sektor itu sedari kemarin. Ini lantaran, masih kuatnya sentimen positif untuk membawa saham sektor naik di akhir tahun.

"Pertumbuhan ekonomi memiliki peluang (positif) di kuartal II-2018 ini dampak dari lebaran dan sebagainya. jadi belum ada alasan bagi investor untuk wait and see," ungkap William kepada Kontan, Minggu (27/5).

Ia menjelaskan, selagi indeks harga saham gabungan (IHSG) kurang dari 6.000, maka peluang untuk bisa mengakumulasi emiten sektor konsumsi masih sangat prospektif.

Bahkan, Paramitra Alfa Sekuritas konsisten IHSG akhir tahun bakal berada di level 6.700. "Di mana, sektor konsumsi, ritel dan konstruksi, yang bakal mendominasi watch list stock," jelasnya.

Apalagi, dia mengingatkan bahwa tahun ini Indonesia kebanjiran event besar. Beberapa diantaranya, adalah Asian Games, Pilkada, serta Annual Meetings IMF-World Bank.

"Saya kira, akumulasi beli sekarang masih akan baik. Termasuk, untuk incar saham yang murah," ujar William

Adapun beberapa saham consumer goods yang menjadi rekomendasi William hingga akhir tahun yakni, HMSP dengan target harga 4200. Dengan potensial upside yang masih lebar.

"Kalau konsumer lain seperti INDF, ICBP, MYOR, dan sebagainya, itu akan tetap menarik, tapi ruang potensial upsidenya sangat terbatas," tuturnya.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Franciscus Welirang mengatakan, pergerakan sektor barang konsumsi sepanjang 2018 bakal bersifat normatif. Meskipun, tahun ini diakui banyak momentum yang bisa mendongkrak kinerja emiten.

"Normatif lah, kinerja 2018 masih sejalan dengan perkiraan-perkiraan kami," katanya Jumat (25/5).

Selain itu, William menilai saham dari sektor ritel pun masih memiliki potensi besar yakni ERAA (TP 3500), LPPF (TP12300), dan MAPI (9100). Masing-masing saham, dinilai memiliki kelas tersendiri dan masih memiliki ruang upside yang besar di tahun ini

Sedangkan untuk Sektor CPO juga dirasa akan membaik, didukung kenaikan harga minyak dan batubara. "Di sektor ini kami rekomendasi TBLA (TP2000) dan SIMP (not Rate) sejauh ini," ujarnya.

Meskipun begitu, sektor barang konsumsi juga masih perlu mengantisipasi risiko penekanan IHSG ke depan. Termasuk sentimen kenaikan Fed Fund Rate (FFR), yang diikuti kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). "Itu pasti masih menjadi sentimen utama tekanan IHSG," tandasnya.



Reporter: Dian Sari Pertiwi
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


Close [X]
×