kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.936   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.044   157,52   2,68%
  • KOMPAS100 803   27,79   3,58%
  • LQ45 606   18,82   3,21%
  • ISSI 207   6,38   3,17%
  • IDX30 344   10,01   2,99%
  • IDXHIDIV20 425   10,62   2,56%
  • IDX80 91   3,06   3,49%
  • IDXV30 114   3,78   3,43%
  • IDXQ30 111   2,85   2,64%

Tahun lalu, nilai kerugian APOL menurun


Kamis, 09 April 2015 / 17:18 WIB
ILUSTRASI. 6 Makanan Terbaik untuk Detoks Tubuh.


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kinerja PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) kurang memuaskan. Tahun lalu, emiten perkapalan tersebut membukukan pendapatan Rp 824,64 miliar, turun 25% dibanding tahun sebelumnya.

Beban pokoknya turun jadi Rp 833,59 miliar dari sebelumnya Rp 1,42 triliun. Tapi, penurunan tersebut tidak sebanding dengan porsi beban pokok terhadap pendapatan perseroan. Bahkan, beban pokok tahun 2014 dan 2013 melebihi pendapatan di masing-masing periode. Hanya saja, tahun lalu selisihnya tidak sebesar selisih tahun sebelumnya.

Hal ini membuat APOL terpaksa mencetak rugi kotor Rp 8,96 miliar. Angka ini jauh lebih kecil ketimbang rugi kotor tahun 2013 yang mencapai Rp 320,42 miliar.

APOL mencetak kerugian pada pos tersebut, tapi tidak pada bottom line -nya. Tahun lalu, perseroan memperoleh laba bersih Rp 20,99 miliar. Padahal, tahun sebelumnya APOL mencatat rugi bersih Rp 894,55 miliar.

Namun, laba bersih ini tidak ditopang oleh operasional bisnis inti perseroan, melainkan meningkatnya pendapatan keuangan APOL secara signifikan. Tahun lalu, pendapatan keuangan APOL Rp 239,48 miliar, naik lebih dari lima kali lipat dibanding periode sebelumnya.

Jika diperinci lebih lanjut, pendapatan keuangan tersebut diperoleh dari keuntungan penyelesaian pinjaman sebesar Rp 156,39 miliar. Tahun lalu, pos keuangan ini nihil. Lalu, ada pendapatan instrumen derivatif - bersih sebesar Rp 53,84 miliar dari sebelumnya Rp 36,77 miliar.

Sementara, pendapatan bunga dan lain-lain masing-masing sebesar Rp 1,84 miliar dan 27,4 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×