kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.874   -1,00   -0,01%
  • IDX 7.441   103,54   1,41%
  • KOMPAS100 1.037   16,87   1,65%
  • LQ45 760   9,37   1,25%
  • ISSI 262   5,17   2,01%
  • IDX30 401   3,98   1,00%
  • IDXHIDIV20 495   1,94   0,39%
  • IDX80 117   1,87   1,63%
  • IDXV30 135   1,59   1,20%
  • IDXQ30 129   0,82   0,64%

Strategi Investasi 2026: Fokus Cash, Emas, dan Blue Chip di Tengah Volatilitas


Selasa, 03 Maret 2026 / 19:06 WIB
Strategi Investasi 2026: Fokus Cash, Emas, dan Blue Chip di Tengah Volatilitas
ILUSTRASI. Harga emas (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas terus bersinar di tengah gejolak pasar global, sementara kinerja aset investasi lain bergerak bervariasi.

Kondisi ini menegaskan posisi logam mulia sebagai aset safe haven yang kembali diminati investor.

Berdasarkan data Bloomberg, per akhir Februari 2026, instrumen investasi dengan kinerja terbaik dipimpin oleh emas spot dengan return sebesar 10,6% month-on-month (MoM). Tren kenaikan ini melanjutkan pergerakan Januari 2026 yang tercatat 8,49% MoM.

Baca Juga: Yield Naik Terbatas, Return Obligasi Tetap Positif, Ini Pendorongnya

Kinerja positif ini juga terlihat pada emas Aneka Tambang (Antam), yang mencatat return 6,5% MoM di akhir Februari.

Perencana Keuangan Finansia Consulting, Eko Endarto berpendapat, emas masih berpotensi melanjutkan tren positif sepanjang 2026.

“Hampir tiga tahun terakhir, emas konsisten menjadi incaran investor, baik ritel maupun institusi. Hal ini mendorong permintaan terus meningkat dan berdampak pada harga,” ujar Eko kepada Kontan.co.id Selasa (3/3/2026).

Geopolitik Timur Tengah Dorong Minat Emas

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, turut mengerek minat investor pada emas. Selat Hormuz yang terganggu menambah ketidakpastian pasar global.

“Selain melindungi dari inflasi, likuiditas tinggi dan sifat safe haven membuat emas semakin dicari. Kondisi perang saat ini membuat emas menjadi produk yang makin diminati,” kata Eko.

Baca Juga: PMI Manufaktur Naik Jadi Angin Segar bagi Saham Sektor Industri, Cek Rekomendasinya

Senada, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai prospek harga emas Antam masih positif.

Harga emas spot global diperkirakan masih memiliki ruang kenaikan, terutama dalam jangka pendek hingga menengah, meski penggerak utama jangka panjang tetap berasal dari permintaan bank sentral dunia.

Pada Selasa (3/3) pukul 17.20 WIB, harga emas spot berada di US$ 5.270 per ons troi, naik 6,20% MoM dan 22,06% YTD.

Lukman memproyeksikan harga emas spot berpotensi bergerak di kisaran US$ 5.600 – 5.700 per ons troi hingga pertengahan 2026.

Dengan asumsi kenaikan tersebut, harga emas Antam diperkirakan mencapai Rp 3,3 juta per gram pada semester I-2026.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Teknikal Saham LSIP, PWON, PGAS untuk Rabu (4/3)




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×