kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Status Indonesia di MSCI Bisa Downgrade Jika Regulator Berhenti Reformasi Pasar Modal


Sabtu, 27 Juni 2026 / 07:30 WIB
Status Indonesia di MSCI Bisa Downgrade Jika Regulator Berhenti Reformasi Pasar Modal
ILUSTRASI. Indonesia sementara bertahan pada status emerging market pada MSCI 2026 Market Classification Review (AI/ChatGPT/Wahyu Tri Rahmawati)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market (EM) dalam 2026 Market Classification Review memberi kelegaan bagi pasar. Meski demikian, Indonesia masih berada dalam tahap pemantauan sehingga efektivitas berbagai reformasi pasar modal akan kembali diuji pada evaluasi berikutnya pada November 2026.

Head of Research Maybank Sekuritas Indonesia, Jeffrosenberg Chenlim dalam riset 24 Juni 2026 menilai keputusan MSCI tersebut merupakan hasil yang netral hingga sedikit positif karena sesuai ekspektasi pasar dan lebih baik dibandingkan skenario dimulainya konsultasi untuk menurunkan status Indonesia menjadi Frontier Market.

"Indonesia tetap berada dalam kerangka Emerging Market. Tidak adanya eskalasi langsung memberikan kelegaan dalam jangka pendek dan mengurangi risiko munculnya sentimen negatif yang signifikan di pasar," ujar Jeffrosenberg.

Baca Juga: Ada Potensi Bearish Bitcoin, Investor Diminta Tidak Khawatir

Dalam tinjauan terbarunya, MSCI mengakui sejumlah langkah reformasi yang telah dilakukan regulator pasar modal Indonesia, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Reformasi tersebut mencakup peningkatan keterbukaan bagi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, penerapan kerangka High Shareholding Concentration, klasifikasi investor yang lebih rinci, serta peta jalan peningkatan batas minimum free float menjadi 15%.

Namun, MSCI masih menyoroti persoalan transparansi kepemilikan saham serta potensi aktivitas perdagangan yang terkoordinasi. Menurut lembaga tersebut, konsistensi implementasi dan efektivitas jangka panjang dari berbagai reformasi tersebut masih menjadi faktor utama dalam penilaian.

Jeffrosenberg menilai sikap MSCI masih sejalan dengan proses klasifikasi pasar yang selama ini diterapkan. Tahapan tersebut dimulai dari identifikasi isu aksesibilitas pasar, dilanjutkan dengan periode pemantauan, konsultasi apabila permasalahan belum terselesaikan, keputusan akhir, hingga implementasi.

"Indonesia saat ini masih berada pada tahap monitoring, sehingga belum memasuki fase konsultasi terkait perubahan klasifikasi pasar," katanya.

Meski demikian, keputusan MSCI kali ini diperkirakan belum akan menjadi pendorong masuknya dana asing dalam jumlah besar. Menurut Jeffrosenberg, investor global yang menjadikan MSCI sebagai acuan kemungkinan masih akan menunggu hasil evaluasi lanjutan sebelum meningkatkan eksposur ke pasar Indonesia.

Ia menyebut evaluasi pada November mendatang akan menjadi momentum penting untuk mengukur efektivitas reformasi yang telah dijalankan regulator.

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Kembali Likuidasi Entitas Bisnis, Kini Total Empat Ditutup

"Kami melihat nada pernyataan MSCI terhadap Indonesia masih relatif konstruktif dan berorientasi ke depan. Pada tahap ini, peluang Indonesia mengalami penurunan status masih relatif rendah karena regulator telah menunjukkan kemajuan yang nyata serta komitmen untuk menjawab berbagai perhatian MSCI," ujarnya.

Ke depan, Jeffrosenberg memperkirakan otoritas pasar modal akan memperluas cakupan kerangka High Shareholding Concentration serta memperkuat kewajiban pengungkapan ultimate beneficial ownership sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi pasar dan memenuhi standar yang diharapkan MSCI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×