Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dikabarkan terbang ke Amerika Serikat (AS) untuk memenuhi panggilan dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) terkait dugaan fraud laporan keuangan periode tahun buku 2014–2021.
Berdasarkan kabar yang beredar, Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini berangkat ke Negeri Paman Sam itu pada pertengahan Juli 2026. Dia ditemani Direktur Keuangan Telkom Indonesia Arthur Angelo Syailendra.
Memang kalau diperhatikan dari Instagram sang direktur utama, Dian mengunggah sebuah postingan yang berisi beberapa foto di Polly’s Pancake Parlor AS. Foto tersebut diunggah pada tanggal 15 Juli 2026.
Baca Juga: Telkom (TLKM) Lanjutkan Spin Off Bisnis Fiber Rp 49,85 Triliun ke Infranexia
Dalam pertemuan tersebut, SEC meminta beberapa hal terkait laporan keuangan di masa lalu. Di mana, SEC mencatat ada lebih dari 100 nama yang terkait dengan dugaan fraud laporan keuangan tersebut.
Imbasnya, beberapa anak perusahaan Telkom perlu melakukan restatement. Menurut sumber Kontan, PT Telkom Satelit Indonesia alias Telkomsat menjadi salah satu entitas anak yang harus melakukan restatement.
Kontan sudah menghubungi Arthur Angelo Syailendra atau yang akrab dipanggil Lolo. Namun dia meminta Kontan untuk menghubungi SVP Corporate Secretary Telkom Indonesia Edie Kurniawan di awal Agustus 2026 ini.
Edie pun tak banyak komentar. Dia bilang seluruh informasi informasi material Telkom telah disampaikan melalui kanal resmi yaitu keterbukaan informasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kontan juga menghubungi SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom Indonesia Ahmad Reza dan VP Corporate Communication Telkom Indonesia Andri Herawan Sasoko, tetapi sampai tulisan terbit tak ada jawaban apapun.
Dalam catatan Kontan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turut melakukan pemantauan mendalam atas dugaan fraud laporan keuangan Telkom periode tahun buku 2014–2021. Bahkan, BEI telah melakukan dengar pendapatan dengan manajemen TLKM pada 8 April 2026.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Saidu Solihin menjelaskan BEI senantiasa melakukan pemantauan atas keterbukaan informasi emiten, termasuk TLKM, sesuai dengan Peraturan Bursa Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi dan regulasi serta peraturan yang relevan lainnya.
Baca Juga: Asing Borong Saham-Saham Ini Saat IHSG Terkoreksi, Ada BBCA dan TLKM, Kamis (6/8)
“Menindaklanjuti pengungkapan TLKM terkait hal tersebut, Bursa telah menyampaikan beberapa permintaan penjelasan dan melaksanakan dengar pendapat dengan TLKM untuk memperoleh klasifikasi yang lebih komprehensif,” jelasnya kepada Kontan, Senin (10/8).
Saidu menyampaikan TLKM telah menyampaikan jawaban tertulis terakhir pada tanggal 24 Juni 2026 atas permintaan penjelasan Bursa, di mana keterbukaan informasi tersebut dapat diakses melalui website BEI.
Adapun jawab tersebut mencakup penjelasan mengenai perlakuan akuntansi atas komponen aset drop cable, klasifikasi aset last mile to the customers, penghentian pengakuan aset, posisi pengendalian internal hingga perlakuan atas piutang usaha tertentu sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Keuangan TLKM.
“Bursa akan terus melakukan pemantauan atas perkembangan hal ini dan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan,” jelas Saidu.
Dalam keterbukaan informasi tersebut, Manajemen Telkom menyampaikan sekitar 140 transaksi yang tidak memiliki substansi ekonomi, Telkom menyatakan kesalahan tersebut tidak material secara kuantitatif terhadap laporan keuangan periode 2014–2024. Namun, secara kualitatif transaksi tersebut dinilai material karena terdapat indikasi tindakan tidak semestinya oleh karyawan.
Sementara itu, Auditor Independen menyimpulkan Telkom telah memelihara pengendalian internal yang efektif dalam semua hal material dan tidak mengidentifikasi material weakness atas pelaporan keuangan per 31 Desember 2025. Telkom juga menyatakan tidak terdapat informasi material lain yang memengaruhi kelangsungan usaha atau harga saham terkait permasalahan tersebut.
Saham TLKM ditutup turun 0,77% di Rp 2.590 per saham pada Rabu (12/8/2026).
Baca Juga: Bisnis Data Center Topang Prospek TLKM, Cek Rekomendasi Analis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
