kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

XLSMART Telecom (EXCL) Masih Merugi Rp 994,15 Miliar per Semester I-2026


Rabu, 12 Agustus 2026 / 16:43 WIB
XLSMART Telecom (EXCL) Masih Merugi Rp 994,15 Miliar per Semester I-2026
ILUSTRASI. Pelayanan pelanggan di counter XLSMART Center Jakarta (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membukukan kerugian bersih sebesar Rp 994,15 miliar per semester I-2026. Perolehan itu menyusut dari rugi bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,22 triliun.

Meski masih mencatatkan kerugian, kinerja pendapatan perusahaan justru menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, EXCL mencatatkan pendapatan sebesar Rp 23,99 triliun, tumbuh 25,7% dibandingkan Rp 19,09 triliun pada semester I 2025.

Kenaikan pendapatan tersebut turut diiringi oleh lonjakan beban operasional. Beban penyusutan tercatat menjadi komponen beban terbesar, naik dari Rp 7,31 triliun menjadi Rp 10,41 triliun. Beban infrastruktur juga meningkat dari Rp 5,37 triliun menjadi Rp 6,71 triliun.

Baca Juga: XLSmart (EXCL) Absen Bagi Dividen, Begini Strateginya Pasca Merger

Sejumlah pos beban lain turut mengalami kenaikan, di antaranya, beban interkoneksi dan beban langsung lainnya naik dari Rp 2,12 triliun menjadi Rp 2,79 triliun. Beban gaji dan kesejahteraan karyawan naik tipis dari Rp1,62 triliun menjadi Rp 1,69 triliun. 

Lalu, beban penjualan dan pemasaran melonjak dari Rp 916,12 miliar menjadi Rp 1,47 triliun. Beban umum dan administrasi naik dari Rp 265,13 miliar menjadi Rp 366,34 miliar dan beban amortisasi naik dari Rp 202,99 miliar menjadi Rp 281,43 miliar.

Perseroan juga mencatatkan kerugian selisih kurs bersih sebesar Rp 45,21 miliar, berbalik dari keuntungan Rp 5,43 miliar pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, perusahaan masih mencatatkan keuntungan dari penjualan dan sewa-balik  sebesar Rp 70,61 miliar, sama dengan periode sebelumnya.

Total beban usaha membengkak dari Rp 18,57 triliun menjadi Rp 23,36 triliun, sehingga laba usaha tercatat sebesar Rp 636,27 miliar, naik dari Rp 525,18 miliar pada semester I 2025.

Baca Juga: Percepat Pemerataan 4G dan 5G, XLSMART (EXCL) Tambah Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

Di luar kegiatan usaha, biaya keuangan tetap menjadi tekanan terbesar bagi kinerja bottom line perseroan, meski sedikit turun dari Rp 1,87 triliun menjadi Rp 1,86 triliun. Penghasilan keuangan naik dari Rp56,47 miliar menjadi Rp 86,48 miliar.

Perusahaan juga mencatatkan bagian atas rugi bersih dari entitas asosiasi yang membesar, dari Rp56,45 miliar menjadi Rp175,63 miliar.

Alhasil, rugi sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp 1,31 triliun, sedikit membaik dibandingkan Rp 1,34 triliun pada tahun sebelumnya. Dengan manfaat pajak penghasilan sebesar Rp 315,20 miliar, rugi periode berjalan tercatat Rp 998,07 miliar.

EXCL juga melaporkan total aset senilai Rp 113,54 triliun per Juni 2026, menurun dari Rp 115,31 triliun di akhir Desember 2025. Total liabilitas perusahaan tercatat Rp 84,49 triliun dan total ekuitas Rp 29,04 triliun.

Disamping itu, perusahaan juga melaporkan total saldo kas dan setara kas pada akhir periode sebesar Rp 2,01 triliun per Juni 2026, meningkat dari posisi yang sama tahun sebelumnya Rp 1,19 triliun.

Baca Juga: Pasca Merger Laba EXCL Melonjak 63%, Analis Rekomendasi Beli Dengan Target Rp 3.500

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×