kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

SRIL menimbang kenaikan harga jual produknya


Kamis, 03 September 2015 / 18:17 WIB


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) ingin mengamankan raihan keuntungannya. Emiten tekstil ini berupaya menjaga posisi margin laba bruto di kisaran 20%. Oleh karena itu, SRIL menimbang dan melihat situasi untuk menaikkan harga jual produknya.

“Harga jual semestinya diperhitungkan dengan permintaan. Secara makro, belanja pemerintah tidak berjalan dan harga naik semua,” ucap Welly Salam, Sekretaris Perusahaan SRIL, kepada KONTAN, Kamis, (3/9).

Ia menyebut penjualan SRIL sedikit melesu pada kuartal ketiga. Menurutnya, penurunan penjualan mulai terjadi pasca Idul Fitri di Juli lalu. Meski begitu, Welly mengaku bahwa rendahnya penjualan di kuartal ketiga merupakan siklus tahunan.

Pada kuartal kedua, SRIL telah menaikkan rata-rata harga jual sekitar 3%. Ini disebabkan karena kenaikan inflasi dan aturan Bank Indonesia (BI) yang mewajibkan penggunaan Rupiah. Welly menyebut, tender ke pemerintah pun mencatatkan kenaikan harga.

Pelemahan nilai tukar Rupiah justru tak membebani kinerja SRIL. Emiten tekstil ini justru diuntungkan karena memiliki penjualan ekspor sekitar 50%. Welly bilang bahwa penguatan Dollar memberi kompensasi biaya terhadap SRIL. Karena setiap pelemahan 10% Rupiah dapat mengerek margin perseroan sekitar 1,5% sampai 2,5%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×