kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.098   -23,40   -0,38%
  • KOMPAS100 790   -3,70   -0,47%
  • LQ45 605   -3,07   -0,50%
  • ISSI 212   -0,25   -0,12%
  • IDX30 335   -2,03   -0,60%
  • IDXHIDIV20 427   0,08   0,02%
  • IDX80 90   -0,41   -0,45%
  • IDXV30 115   0,19   0,17%
  • IDXQ30 109   -0,21   -0,19%

SRIL menimbang kenaikan harga jual produknya


Kamis, 03 September 2015 / 18:17 WIB


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) ingin mengamankan raihan keuntungannya. Emiten tekstil ini berupaya menjaga posisi margin laba bruto di kisaran 20%. Oleh karena itu, SRIL menimbang dan melihat situasi untuk menaikkan harga jual produknya.

“Harga jual semestinya diperhitungkan dengan permintaan. Secara makro, belanja pemerintah tidak berjalan dan harga naik semua,” ucap Welly Salam, Sekretaris Perusahaan SRIL, kepada KONTAN, Kamis, (3/9).

Ia menyebut penjualan SRIL sedikit melesu pada kuartal ketiga. Menurutnya, penurunan penjualan mulai terjadi pasca Idul Fitri di Juli lalu. Meski begitu, Welly mengaku bahwa rendahnya penjualan di kuartal ketiga merupakan siklus tahunan.

Pada kuartal kedua, SRIL telah menaikkan rata-rata harga jual sekitar 3%. Ini disebabkan karena kenaikan inflasi dan aturan Bank Indonesia (BI) yang mewajibkan penggunaan Rupiah. Welly menyebut, tender ke pemerintah pun mencatatkan kenaikan harga.

Pelemahan nilai tukar Rupiah justru tak membebani kinerja SRIL. Emiten tekstil ini justru diuntungkan karena memiliki penjualan ekspor sekitar 50%. Welly bilang bahwa penguatan Dollar memberi kompensasi biaya terhadap SRIL. Karena setiap pelemahan 10% Rupiah dapat mengerek margin perseroan sekitar 1,5% sampai 2,5%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×