kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Sinyal Deeskalasi Timur Tengah, Rupiah Menguat ke Rp 16.983 per Dolar AS


Rabu, 01 April 2026 / 16:01 WIB
Sinyal Deeskalasi Timur Tengah, Rupiah Menguat ke Rp 16.983 per Dolar AS
ILUSTRASI. Rupiah Melemah-Petugas menghitung uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (1/4/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,34% secara harian ke Rp 16.983 per dolar AS. 

Sementara berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,01% secara harian ke Rp 17.002 per dolar AS. 

Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait situasi di Timur Tengah. Trump mengatakan AS dapat menarik diri dari konflik dalam waktu dua minggu hingga tiga minggu. Ia juga menambahkan bahwa Iran tidak perlu membuat kesepakatan untuk mengakhiri konflik. 

Baca Juga: Yield SBN 10 Tahun Sulit Turun Meski The Fed Tahan Bunga

Di pihak Iran, Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Teheran siap untuk mengakhiri perang, sambil mengulangi tuntutan utama, memperkuat harapan bahwa negosiasi dapat muncul tetapi tetap bersyarat.  

“Terlepas dari sinyal diplomatik ini, reaksi pasar cenderung tenang, dengan para pedagang menyeimbangkan harapan akan gencatan senjata dengan kenyataan gangguan pasokan yang berkelanjutan,” ujar Ibrahim, Rabu (1/4/2026). 

Ibrahim memperkirakan rupiah pada Kamis (2/4/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.980 – Rp 17.020 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×