kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Simak prospek tiga emiten perbankan yang masuk 10 besar big cap?


Rabu, 27 Mei 2020 / 20:42 WIB
ILUSTRASI. Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat dibukanya perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (26/5/2020). IHSG dibuka menguat 32,16 poin atau 0,71 persen ke posisi 4.578,11 pada pukul 09.25 WIB. ANTARA F


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Hal ini menimbang ketidakpastian ekonomi global dan kondisi bisnis yang melesu bersamaan dengan merebaknya Covid-19 serta penghentian sementara aktivitas bisnis.

Selain itu, adanya potensi peningkatan non performing loan (NPL) yang sebagian besar berasal dari BUMN dan pinjaman dari sektor pariwisata. Venny memperkirakan NPL ratio akan naik di kisaran 2.70% - 3.00%.

Venny mengatakan, pada Februari2020, data OJK juga menunjukkan pertumbuhan pinjaman lebih lambat di level 5,93% YoY.

Baca Juga: Saham big cap: Saham ASII naik 4 hari berturut, UNVR turun 3 hari beruntun

“Kami percaya bahwa sektor perbankan masih atraktif. Sektor ini memberikan kontribusi terbesar bagi IHSG yakni 38,69% dari total kapitalisasi pasar,” tulis Venny dalam riset, Kamis (14/5).

MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral untuk sektor perbankan dengan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 28.400, beli saham BBRI dengan target harga Rp 3.200 dan beli saham BMRI dengan target harga Rp 5.100.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×