kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

Intip Proyeksi Pergerakan Rupiah di Pekan Depan


Sabtu, 04 Juli 2026 / 08:39 WIB
Intip Proyeksi Pergerakan Rupiah di Pekan Depan
ILUSTRASI. Rupiah sukses menguat 0,18% ke Rp 17.963 pada Jumat (3/7/2026). Intervensi BI dan BI-Rate jadi penyelamat, namun tekanan eksternal masih mengintai


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berhasil mengakhiri pekan dengan penguatan setelah sempat menyentuh level terlemah sepanjang minggu pertama bulan Juli. Meski tekanan dari faktor eksternal masih membayangi, intervensi Bank Indonesia (BI) dan kenaikan suku bunga acuan dinilai mampu meredam pelemahan mata uang Garuda.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,18% ke level Rp 17.963 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (3/7/2026), dibandingkan posisi sehari sebelumnya di Rp 17.995 per dolar AS. Adapun level Rp 17.995 per dolar AS yang tercatat pada Kamis (2/7/2026) menjadi titik pelemahan terdalam rupiah sepanjang pekan ini.

Penguatan juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Pada Jumat (3/7), kurs JISDOR menguat 0,19% menjadi Rp 17.960 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 17.994 per dolar AS.

Baca Juga: Emiten Ini Bagi Dividend Yield Hingga 5,22%, Menarik Dikoleksi?

Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia (UI), Budi Frensidy mengatakan, pergerakan rupiah masih dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

"Penguatan dolar AS, arus keluar dana asing, serta sentimen terhadap kondisi fiskal dan pasar keuangan domestik masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah," ujar Budi kepada Kontan, Jumat (3/7/2026).

Meski demikian, menurutnya, terdapat sinyal positif dari penguatan rupiah pada pekan pertama Juli. Hal tersebut menunjukkan langkah intervensi BI di pasar valas dan kebijakan kenaikan BI-Rate mulai memberikan dampak dalam menahan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Untuk perdagangan pekan depan, Budi memperkirakan rupiah masih bergerak volatil, tetapi cenderung stabil. Menurutnya, apabila tidak muncul sentimen negatif baru dari dalam maupun luar negeri serta arus modal asing mulai membaik, rupiah berpeluang melanjutkan penguatan.

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham dan Prospek IHSG di Awal Pekan Ini

Sebaliknya, pelemahan masih berpotensi terjadi apabila tekanan eksternal kembali meningkat, terutama dari penguatan dolar AS dan perubahan sentimen global.

Budi memproyeksikan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 17.800 hingga Rp 18.100 per dolar AS pada pekan depan.

Ia menambahkan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah, antara lain arah pergerakan dolar AS, ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed), perkembangan geopolitik, arus dana asing, pergerakan imbal hasil obligasi, serta respons pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia dan perkembangan fiskal pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×