kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Cermati Rekomendasi Saham dan Prospek IHSG di Awal Pekan Ini


Sabtu, 04 Juli 2026 / 07:17 WIB
Cermati Rekomendasi Saham dan Prospek IHSG di Awal Pekan Ini
ILUSTRASI. Meskipun IHSG naik 2,28% pada penutupan Jumat (3/7/2026), tekanan jual masih membayangi. Analis beberkan strategi terbaik untuk pekan depan. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil perkasa di akhir pekan usai ditutup menguat 2,28% atau 131,22 poin ke level 5.875,78 pada  Jumat (3/7/2026).  Tapi jika diakumulasi dalam sepekan terakhir, IHSG menurun 0,35%.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan IHSG saat ini masih dalam fase penurunan disertai dengan munculnya tekanan jual.

Herditya juga mengungkapkan ada sejumlah sentimen yang memengaruhi indeks selama sepekan perdagangan terakhir. Pertama, rilis data makro Indonesia, dimana Purchasing Managers' Index Manufaktur berada di level kontraksi berada di 46,9, di sisi lain inflasi menguat di 3,34% YoY dan terjadi defisit neraca dagang.

Kedua, rilis data pekerjaan Amerika Serikat cenderung melambat. Kondisi ini diperkirakan membuat The Fed masih mempertimbangkan untuk menahan suku bunga acuannya (higher for longer) dengan melihat inflasi yang tinggi. Ketiga, penguatan terhadap harga komoditas emas dunia yangg diperkirakan menjadi katalis positif bagi emiten-emiten terkait.  

Baca Juga: IHSG Naik ke 5.875, Cermati Saham Net Sell Terbesar Asing di Akhir Pekan Ini

"Keempat, nilai tukar rupiah yang masih melemah terhadap dolar AS," kata Herditya kepada Kontan, Jumat (3/7/2026).

Alrich juga menjelaskan pergerakan IHSG hari ini sejalan dengan mayoritas indeks di bursa Asia yang ditutup menguat, menyusul munculnya harapan bahwa The Fed berpotensi menunda kenaikan suku bunga karena data nonfarm payrolls yang lebih rendah dari estimasi. 

"Selanjutnya, berlanjutnya koreksi harga minyak mentah dan rebound-nya harga emas juga menjadi faktor positif," ujar Alrich.

Untuk perdagangan Senin, Herditya memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menembus MA20 daily dengan support 5.842 dan resistance 5.916. 

Dari sisi sentimen, investor diperkirakan masih mencermati akan harga komoditas emas yang berpeluang melanjutkan penguatannya dan nilai tukar rupiah yang sedang berada di level psikologisnya Rp 18.000. 

 

Secara teknikal, Alrich bilang IHSG ditutup di atas MA5 dan MA10. Indikator MACD dan Stochastic RSI membentuk Golden Cross, sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5.900-6.000 pada pekan depan. 

Adapun Herditya merekomendasikan untuk mencermati sejumlah saham, antara lain  JPFA di target harga Rp 2.100-Rp 2.210, MLPL pada level Rp 89-Rp 97, dan PSAB dengan target harga Rp 444-Rp 464 per saham,.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×