kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Simak prospek bisnis SCMA dan MNCN di tengah perkembangan teknologi digital​


Kamis, 11 Juli 2019 / 21:18 WIB


Reporter: Irene Sugiharti | Editor: Noverius Laoli

Adapun sentimen yang dapat mempengaruhi pergerakan saham SCMA menurut Nafan diantaranya adalah kebijakan perusahaan serta peningkatan pelayanan kepada pelanggan agar potensi iklan lebih baik.

Dari segi pesaingnya, MNCN yang merupakan nama emiten untuk MNC Group memiliki lebih banyak anak usaha yang bergerak di layanan OTT. MNCN memiliki HOOQ , Iflix, Viu dan Catchplay di sektor layanan OTT. Jika dibandingkan dengan saham SCMA, Nafan berpendapat saham MNCN lebih cocok bagi investasi jangka panjang.

“MNCN relatif lebih aman (bagi investasi jangka panjang) karena baru aja tembus rekor baru break out. Sekarang ada di level 1335.” Tutur Nafan yang dihubungi via jaringan seluler Kamis (11/7).

Baca Juga: Simak rekomendasi teknikal saham SCMA, SMRA, dan ASII

Dari segi kinerja dua emiten ini, Nafan melihat dari segi valuasi MNCN bekerja lebih baik ketimbang SCMA, sementara dari segi kemampuan mengendalikan utang SCMA tercatat memiliki lebih sedikit hutang ketimbang MNCN, dan dari segi kinerja laba bersih Nafan menyatakan dua emiten ini masih menunjukkan pergerakan dan prospek positif.

Analis Panin Sekuiritas, William Hartanto melihat baik SCMA maupun MNCN memiliki prospek untuk memimpin sektor media. “Karena produknya sejauh ini masih yang terbaik dan brand awareness tinggi.” Jelas William.

Sependapat dengan Nafan, William juga menilai saham MNCN memiliki prospek yang lebih baik bagi investasi jangka panjang. Hal ini dipengaruhi oleh faktor teknikal yang menurut William lebih menarik ketimbang SCMA. William merekomendasikan MNCN buy dengan target Rp 1.500 per saham sementara SCMA dengan target Rp 1.700 per saham.

Baca Juga: Emiten Gencar Tambah Modal Lewat Private Placement

Sementara Nafan merekomendasikan hold MNCN dilevel Rp 1.0495 dan SCMA di level Rp 1.700 per saham.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×