kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Simak prospek bisnis SCMA dan MNCN di tengah perkembangan teknologi digital​


Kamis, 11 Juli 2019 / 21:18 WIB

Simak prospek bisnis SCMA dan MNCN di tengah perkembangan teknologi digital​


Sementara, Direktur Utama Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, MNCN memiliki unit bisnis yang lebih banyak sehingga lebih menarik bagi investasi jangka panjang. Meski demikian Hans menilai untuk saat ini lebih baik investor yang akan masuk ke emiten media wait and see karena saat ini emiten media masih mencari model bisnis baru sehingga masih sulit diprediksi pertumbuhan ke depannya.

Baca Juga: Surya Citra Media (SCMA) targetkan pendapatan tumbuh 8% tahun ini

“Saat ini kan mereka lagi cari bisnis model yang baru jadi masih agak sulit buat lihat ke depannya gimana. Saran saya si masih wait and see sembari kita lihat kemudian model bisnis apa yang mereka tawarkan.” Tutur Hans, Kamis (11/7).

Ketika berbicara terkait skema pemasukan alternatif perusahaan selain iklan, Nafan melihat salah satu faktor yang mempengaruhi adalah stabilitas nilai rupiah. “Karena media kan perlu agak mahal dari alat-alatnya dan rata-rata import jadi nilai rupiah akan memengaruhi juga.” Ungkap Nafan.

Sementara Hans Kwee melihat, baik SCMA dan MNCA dapat memperoleh pemasukan lain di luar iklan melalui konten-konten yang lebih menarik dan layanan produksi oleh pihak ke-3.

Baca Juga: Media Nusantara Citra (MNCN) bagikan dividen Rp 15 per saham, simak jadwalnya

Jika ditarik kesimpulan, baik SCMA dan MNCN masih memiliki potensi untuk memimpin emiten dalam sektor media. Kebutuhan investasi investor dapat disesuaikan dengan keadaan emiten yang bersangkutan. Seperti yang sudah diungkapkan 3 analis di atas, MNCN cocok untuk investasi jangka panjang sementara SCMA ideal untuk trading harian.

Perlu diingat baik SCMA maupun MNCN sama-sama memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing sehingga tetap diperlukan analis mendalam sebelum memutuskan saham mana yang akan menjadi tempat berinvestasi.

 


Reporter: Irene Sugiharti
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan


Close [X]
×