kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.909   -48,00   -0,28%
  • IDX 8.992   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.239   1,44   0,12%
  • LQ45 875   3,69   0,42%
  • ISSI 330   0,16   0,05%
  • IDX30 448   2,63   0,59%
  • IDXHIDIV20 528   6,59   1,26%
  • IDX80 138   0,26   0,19%
  • IDXV30 146   2,21   1,53%
  • IDXQ30 144   1,54   1,08%

September Effect Bayangi Pasar Kripto, Analis Ini Sebut Investor Tak Perlu Panik


Kamis, 04 September 2025 / 15:22 WIB
September Effect Bayangi Pasar Kripto, Analis Ini Sebut Investor Tak Perlu Panik
ILUSTRASI. Secara historis, bulan September kerap menunjukkan performa pasar yang loyo termasuk di pasar kripto.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTASecara historis, bulan September kerap menunjukkan performa pasar yang loyo termasuk di pasar kripto.

Analis kripto Reku Fahmi Almuttaqin menilai, fenomena yang dikenal sebagai September Effect ini kerap dikaitkan dengan likuiditas global yang mengetat setelah musim panas. 

Pasalnya, bulan September sering bertepatan dengan momentum ekonomi krusial, seperti rilis data ekonomi penting dan keputusan kebijakan suku bunga The Fed yang monumental. 

“Hal ini seringkali memicu volatilitas pasar dan membuat investor lebih konservatif,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Kontan, Selasa (2/9/2025).

Selain itu, Fahmi mengatakan, akhir September merupakan akhir dari kuartal III. Pada periode ini, banyak investor institusional dan manajer investasi melakukan rebalancing portofolio untuk mengamankan keuntungan (profit-taking) atau memangkas kerugian (tax-loss selling) sebelum akhir tahun fiskal. 

“Tindakan ini biasanya menciptakan tekanan jual yang signifikan di pasar,” imbuhnya.

Baca Juga: Bitcoin Diprediksi Bergerak Volatil di September 2025, Investor Harus Bagaimana?

Namun demikian, Fahmi menilai situasi pasar global memiliki dinamika unik tahun ini. Hal ini tercermin dari pasar kripto, khususnya Bitcoin dan Ethereum, yang mendapatkan dukungan kuat dari arus dana institusional. Seperti melalui instrumen ETF Spot yang terus menarik minat investor besar. 

“Hal ini dapat mendukung optimisme investor terhadap aset berisiko seperti saham AS dan kripto,” lanjutnya.

Terlebih, apabila The Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan FOMC bulan ini.

Melihat hal ini, Fahmi menyarankan investor untuk tidak panik mengambil keputusan investasi di kripto saat ini. Sebab, pola musiman hanyalah salah satu dari sekian banyak indikator yang harus dipertimbangkan dalam strategi investasi.

Ia memandang, diversifikasi portofolio seperti mengkombinasikan ekuitas saham AS dan aset kripto, menjadi salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan.

“Bagi investor yang konservatif dan baru mulai mengeksplorasi pasar kripto, aset-aset dengan kapitalisasi pasar besar seperti Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Solana menjadi opsi menarik untuk dieksplorasi lebih jauh,” tandasnya.

Baca Juga: Bitcoin Berpeluang Hijau pada September, Strategi Jangka Pendek Bisa Ditimbang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×