kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Sentimen-sentimen pemberat IHSG


Kamis, 24 November 2016 / 20:53 WIB


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Yudho Winarto

Sementara Direktur Investasi Sucorinvest Jemmy Paul menyoroti sentiment dalam negeri aksi demo yang terjadi pada 2 Desember mendatang. Dikabarkan aksi demi ini juga akan diikuti proses kudeta, sehingga berpotensi membuat kecemasan diantara pasa investor.

”Mungkin kita melihat itu masih mustahil terjadi kudeta tapi pandangan global bisa jadi serius, dan mempengaruhi investor dan menjadi sentimen negatif ke bursa,” kata Jemmy.

Kekhawatiran ini diperlihatkan pemerintah yang menanggapi serius aksi ini dengan melakukan konsolidasi politik.

Walaupun banyak sentiment negatif, dua analis ini masih memprediksi bursa masih akan berada pada level 5.000 di kuartal I tahun depan. Melihat akhir tahun emiten pasti melakukan window dressing sehingga kinerja terlihat bagus.

Sementara tekanan dari sentiment global kemungkinan akan berkurang usai hasil Rapat FOMC. Namun potensi IHSG turun di bawah level 5.000 masih besar melihat masih ada sekitar tiga pekan lagi hingga ada keputusan dari rapat itu.

“Indeks saja hari ini sudah 5.100, kemungkinan masih ada turun lagi, apalagi kalau jadi naik kemungkinan efek jangka pendek akan turun dulu,” kata Krishna.

Asal tahu saja, pada perdagangan Kamis, (24/11) IHSG juga kembali ditutup menurun 2% menjadi 5.107,6.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×