kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Semen Baturaja bersiap bangun pabrik di Jambi


Kamis, 25 Januari 2018 / 19:39 WIB
ILUSTRASI. Pabrik Semen PT Semen Baturaja Tbk (SMBR)


Reporter: Riska Rahman | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usai pembangunan pabrik Baturaja II rampung tahun lalu, PT Semen Baturaja Tbk kini bersiap untuk kembali melakukan ekspansi organik. Emiten berkode saham SMBR ini berencana menambah satu pabrik baru.

Pabrik tersebut rencananya akan berlokasi di Jambi. Menurut Direktur Utama SMBR Rahmad Pribadi, lokasi pabrik baru ini dipilih lantaran Jambi merupakan satu-satunya provinsi di Pulau Sumatra yang tidak memiliki pabrik semen.

"Untuk pembangunan pabrik di Jambi ini, kami akan memulai dengan membangun cement mill berkapasitas 350.000 ton per tahun di Kota Jambi. Pabrik ini diperkirakan bisa selesai di akhir tahun ini," ujar Rahmad kepada Kontan.co.id, Kamis (25/1).

Ke depan, SMBR juga berniat mengembangkan fasilitas pabrik semen terintegrasi di kawasan Sarolangun, Jambi. Meski masih ditargetkan selesai pada 2022-2023 mendatang, SMBR sudah menyiapkan dana untuk pengembangan pabrik ini.

Menurut Rahmad, SMBR telah menyiapkan dana sebesar Rp 629,5 miliar untuk pengembangan pabrik tersebut. Dana tersebut tergolong besar, lantaran perusahaan sudah mulai melakukan persiapan pembebasan lahan untuk pabrik Sarolangun ini.

Dana tersebut termasuk dalam dana belanja modal alias capital expenditure (capex) 2018 sebesar Rp 2,5 triliun. Sebagian besar capex tersebut akan berasal dari kas internal SMBR. Namun, perusahaan tak menutup kemungkinan untuk mencari pendanaan eksternal lainnya, baik dari pinjaman perbankan maupun dari pasar modal.

"Jika kondisinya memungkinkan, kami bisa saja memilih sumber pendanaan dari penerbitan obligasi ataupun MTN. Namun jika pinjaman bank juga sama-sama menguntungkan, kami tak menutup kemungkinan untuk mencari pendanaan lewat pinjaman bank," tutur Rahmad.

Adapun penambahan kapasitas ini diharapkan bisa meningkatkan pangsa pasar SMBR, terutama di wilayah Jambi. Dengan adanya pabrik baru tersebut, pangsa pasar SMBR di Jambi bisa meningkat dari sebelumnya 15% menjadi 40% pasca-pembangunan pabrik ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×