kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Kinerja Avia Avian (AVIA) Diprediksi Bakal Tersulut PPN DTP Rumah


Senin, 18 Agustus 2025 / 20:29 WIB
Kinerja Avia Avian (AVIA) Diprediksi Bakal Tersulut PPN DTP Rumah
ILUSTRASI. Produk cat Avia Avian. Perpanjangan PPN DTP menjadi angin segar bagi emiten ritel di bahan bangunan, salah satunya PT Avia Avian ?


Reporter: Rashif Usman | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan kebijakan insentif fiskal berupa pajak pertambahan nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk sektor perumahan berlanjut pada tahun 2026.

Kebijakan ini dinilai menjadi angin segar bagi emiten ritel di bahan bangunan, salah satunya PT Avia Avian Tbk (AVIA). 

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo Indy Naila menilai insentif pajak yang diberikan pemerintah dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap properti, sehingga berimbas positif pada kenaikan volume penjualan AVIA.

"AVIA akan terkena multiplier effect dari sektor properti," kata Indy kepada Kontan, Senin (18/8).

Namun, di balik sentimen positif tersebut, pelaku pasar tetap perlu mencermati faktor daya beli masyarakat, terutama jika dipengaruhi oleh tren penurunan suku bunga acuan. 

Baca Juga: Sejumlah Saham Laggard Mengalami Pemulihan Harga, Begini Rekomendasinya

Selain itu, harga bahan baku yang sebagian besar masih bergantung pada impor membuat kinerja AVIA sensitif terhadap fluktuasi kurs, sementara potensi ekspor masih terbatas.

Dihubungi terpisah, Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, menilai sentimen insentif pajak tersebut bakal membawa angin segar bagi AVIA. Namun pada dasarnya kebijakan tersebut hanya berupa perpanjangan aturan, bukan perubahan kebijakan yang bisa mengerek kinerja perusahaan.

Menurutnya, performa emiten cat sangat bergantung pada tingkat kebutuhan cat di pasar, yang salah satunya ditentukan oleh jumlah pembangunan rumah baru. 

"Apabila program pembangunan 3 juta rumah dapat berjalan, hal ini akan menjadi sentimen yang sangat positif bagi AVIA, karena kebutuhan terhadap produk AVIA akan tinggi," ucap William kepada Kontan, Senin (18/8).

Rekomendasi Saham

William berpandangan saat ini valuasi saham AVIA menarik untuk dicermati. Dengan pergerakan harga sahamnya saat ini, ia merekomendasikan buy on weakness pada area Rp 400-Rp 416 per saham.

Adapun Indy menilai dari sisi valuasi, saat ini Price earning ratio (PER) AVIA berada di level 16,78 kali, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri, sehingga saham ini dinilai relatif murah. Indy menyarankan wait and see saham AVIA di target harga Rp 470 per saham.

Melansir laporan keuangannya, AVIA kembali melanjutkan tren pertumbuhan positif pada semester I-2025. AVIA tercatat membukukan penjualan sebesar Rp 3,88 triliun atau naik 7,3% year on year (yoy) di periode Januari-Juni 2025.

Selama periode tersebut, marjin keuntungan tetap terjaga dengan stabil, dengan marjin laba kotor sebesar 43,1%, marjin EBITDA 25,6%, dan marjin laba bersih mencapai 20,1%. 

Baca Juga: Emiten Properti Masih Hadapi Tantangan di Semester II , Cek Rekomendasi Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×