kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Sektor manufaktur lesu, bagaimana nasib sahamnya?


Senin, 20 April 2020 / 19:53 WIB
ILUSTRASI. Mendorong Kembali Sektor Manufaktur


Reporter: Kenia Intan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sektor manufaktur diperkirakan masih akan lesu  mengingat sampai hari ini aktivitas masih cenderung menurun. Alhasil, saham sektor manufaktur juga diperkirakan akan mengikuti pergerakan sektornya yang masih melemah.

Asal tahu saja, survei IHS markit menunjukkan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia pada bulan Maret 2020 sebesar 45,3. Padahal pada bulan Februari, PMI manufaktur masih berada di atas level 50 yakni 51,0. 

IHS markit memprediksi pelemahan masih akan terjadi di kuartal II tahun ini. Asal tahu saja, pada kuartal I 2020, rata-rata PMI manufaktur 48,8. Adapun penurunan terjadi dipicu upaya menangani penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Kadin menilai stimulus fiskal memberikan dampak positif ke sebagian perusahaan saja

Analis Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan menilai PMI manufaktur yang menurun pada Maret bukan hal yang mengejutkan bagi pasar. Sebab, pasar telah berekspektasi bahwa COVID-19 mempengaruhi kondisi ekonomi, apalagi dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

"Ketika supply chain terganggu, pasti angka PMI manufaktur juga ikut terganggu," kata Alfred ketika dihubungi Kontan.co.id, Senin (20/4). 

Ia menambahkan, kinerja sektor manufaktur memang masih akan berat ke depan. Dari sisi pendapatan emiten akan terkoreksi karena adanya penurunan permintaan. Adapun tekanan akan lebih terasa untuk emiten yang mengandalkan bahan baku impor. Sebab, kegiatan produksinya bergantung pada kondisi negara pengimpornya. Ia mencontohkan emiten yang bergerak di sektor pengemasan dan kimia.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menjelaskan penurunan PMI Manufaktur dipicu oleh kebanyakan orang yang mengurangi aktivitas dan permintaan secara menyeluruh. 

"Semua emiten masih bisa bertahan, tentunya dengan efisiensi-efisiensi yang mereka lakukan," jelas Reza ketika dihubungi Kontan.co.id, Senin (20/4). 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×