Reporter: Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebanyak 51 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tergolong saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concengration (HSC). Lebih dari 90% saham HSC dimiliki satu pihak. Berikut daftar lengkap saham HSC di BEI.
BEI menetapkan 37 saham baru masuk dalam kategori HSC setelah menerapkan metodologi baru yang menggunakan indikator price-impact ratio. Dengan penambahan tersebut, total saham yang masuk kategori HSC kini mencapai 51 emiten.
Seluruh saham baru yang masuk kategori HSC berasal dari kelompok emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari upaya BEI memperkuat sistem pengawasan dan meningkatkan transparansi perdagangan saham di pasar modal.
Baca Juga: Saham Masuk Daftar HSC Membengkak, Begini Dampaknya ke Pasar Saham
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa BEI terlebih dahulu melakukan penyaringan terhadap 171 saham berkapitalisasi besar menggunakan indikator price-impact ratio.
Setelah itu, saham-saham yang memiliki rasio tinggi kembali dianalisis untuk mengidentifikasi adanya indikasi konsentrasi kepemilikan saham yang signifikan. Meski demikian, Jeffrey menegaskan bahwa tingginya nilai price-impact ratio tidak serta-merta membuat suatu saham masuk dalam kategori HSC.
“Untuk saham-saham dengan price-impact ratio yang tinggi, tentu akan dilakukan screening terhadap potensi adanya high shareholding concentration," jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (14/7/2026).
Menurut Jeffrey, hasil penyaringan lanjutan tersebut menghasilkan 37 saham yang memenuhi kriteria indikasi HSC. Penambahan indikator price-impact ratio menjadi bagian dari evaluasi metodologi HSC yang dilakukan BEI guna meningkatkan efektivitas pengawasan pasar.
Selain menggunakan indikator price-impact ratio, BEI juga tetap menerapkan berbagai trigger factors dalam aktivitas pengawasan perdagangan saham. Faktor-faktor tersebut dapat diterapkan secara insidental terhadap seluruh saham yang tercatat di bursa sesuai dengan kebutuhan pengawasan.
Kategori HSC sendiri digunakan BEI untuk mengidentifikasi saham-saham yang memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan tinggi, sehingga pergerakan harga saham berpotensi dipengaruhi oleh aktivitas transaksi dalam jumlah tertentu.
Tonton: Pemerintah Tak Naikkan Tarif Pajak Menkeu Purbaya Pilih Kejar Ekonomi Bayangan
Daftar Saham HSC
Berikut daftar 37 saham yang masuk kategori HSC berdasarkan metodologi terbaru BEI:
-
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
-
PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
-
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
-
PT Golden Flower Tbk (POLU)
-
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
-
PT MD Entertainment Tbk (FILM)
-
PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
-
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
-
PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
-
PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
-
PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
-
PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
-
PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
-
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
-
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
-
PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
-
PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
-
PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
-
PT Bank Mega Tbk (MEGA)
-
PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
-
PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
-
PT Siantar Top Tbk (STTP)
-
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
-
PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
-
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
-
PT FAP Agri Tbk (FAPA)
-
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
-
PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
-
PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
-
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
-
PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
-
PT Bank Permata Tbk (BNLI)
-
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
-
PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
-
PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
-
PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
-
PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
Tonton: Kejagung Telusuri Dugaan
Sebelumnya, 14 emiten tercatat dalam evaluasi HSC pada awal Juli 2026 beserta tingkat konsentrasi kepemilikannya:
| Kode | Emiten | Konsentrasi Kepemilikan |
|---|---|---|
| AGII | PT Samator Indo Gas Tbk | 97,75% |
| SOTS | PT Satria Mega Kencana Tbk | 98,35% |
| IFSH | PT Ifishdeco Tbk | 99,77% |
| MGLV | PT Panca Anugrah Wisesa Tbk | 95,94% |
| ROCK | PT Rockfields Properti Indonesia Tbk | 99,85% |
| RLCO | PT Abadi Lestari Indonesia Tbk | 95,35% |
| DSSA | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk | 95,76% |
| BREN | PT Barito Renewables Energy Tbk | 97,31% |
| WBSA | PT BSA Logistics Indonesia Tbk | 95,82% |
| TCPI | PT Transcoal Pacific Tbk | 94,10% |
| MGRO | PT Mahkota Group Tbk | 93,76% |
| SATU | PT Kota Satu Properti Tbk | 94,27% |
| HATM | PT Habco Trans Maritima Tbk | 96,09% |
| DGWG | PT Delta Giri Wacana Tbk | 97,35% |
Catatan: konsentrasi kepemilikan saham berdasarkan data 2 Juli 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
