kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Prospek Aspirasi Hidup (ACES) Dibayangi Tantangan Daya Beli, Ini Rekomendasi Sahamnya


Rabu, 15 Juli 2026 / 18:48 WIB
Prospek Aspirasi Hidup (ACES) Dibayangi Tantangan Daya Beli, Ini Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Daya beli masyarakat lesu, akankah penjualan Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) tertekan? Cari tahu strategi dan rekomendasi sahamnya (Dok/AHI)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) telah menggelar aksi korporasi berupa pemberian dividen bagi para pemegang sahamnya pada 10 Juli 20206 lalu.

Dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, ACES menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 548,02 miliar atau sebesar Rp 32,01 per saham, mencerminkan 82% dari laba per saham tahun 2025. Ini juga merupakan rasio payout tertinggi yang pernah dibagikan perusahaan.

Meski sudah menyalurkan dividen bernilai jumbo, prospek ACES masih dihadapi sejumlah tantangan kinerja.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, prospek kinerja ACES hingga akhir 2026 masih menantang di tengah daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya dan persaingan industri ritel yang semakin ketat. 

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Catat Marketing Sales Rp997 Miliar per Juni 2026

Meski demikian, ekspansi gerai, pengembangan produk, dan strategi omnichannel diharapkan dapat menopang pertumbuhan penjualan. 

"Dari sisi saham, pembayaran dividen tidak mengubah fundamental perusahaan sehingga pergerakan harga selanjutnya akan lebih dipengaruhi oleh realisasi kinerja operasional," kata Azis kepada Kontan, Rabu (15/7/2026).

Azis juga melihat, struktur permodalan ACES masih relatif kuat dengan posisi kas yang memadai dan tingkat utang yang rendah. Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk tetap melakukan ekspansi dan investasi, meski perusahaan tetap perlu menjaga efisiensi di tengah permintaan konsumen yang belum sepenuhnya pulih.

Adapun katalis ACES hingga akhir tahun berasal dari pembukaan gerai baru, momentum belanja pada semester II, serta penguatan strategi omnichannel. Namun, investor juga perlu mencermati risiko pelemahan daya beli, persaingan yang semakin ketat, dan tekanan terhadap margin apabila promosi harus ditingkatkan untuk mendorong penjualan.

Secara terpisah, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi berpendapat, pembagian dividen ACES tidak mengubah prospek fundamental perusahaan. Pasalnya, pembayaran dividen pada dasarnya hanya merupakan perpindahan nilai dari kas perusahaan kepada para pemegang saham.

Dus, prospek jangka panjang ACES akan lebih ditentukan oleh kondisi operasional dan daya beli masyarakat dibandingkan besaran dividen yang dibagikan.

"ACES berada di bisnis segmen home improvement yang semi diskresioner. Jadi pertumbuhan penjualan toko yang sama (SSSG) rentan melambat jika konsumen tunda belanja renovasi," ucap Wafi.

 

Di sisi lain, Wafi menilai struktur permodalan ACES masih sangat solid. Perusahaan secara historis memiliki posisi kas bersih (net cash) dan tidak dibebani utang berbunga dalam jumlah signifikan.

Dengan kondisi tersebut, pembayaran dividen dinilai tidak akan mengganggu kemampuan perusahaan dalam menjaga likuiditas maupun membiayai ekspansi jaringan gerai. Meski begitu, Wafi mengingatkan bahwa kekuatan neraca keuangan bukanlah katalis utama bagi pertumbuhan saham ACES.

Untuk ke depan, Wafi melihat sejumlah faktor yang dapat menjadi katalis positif bagi ACES. Di antaranya ekspansi gerai ke kota-kota tier-2 dan tier-3, peningkatan bauran produk ke kategori dengan margin lebih tinggi, serta potensi stabilisasi nilai tukar rupiah yang dapat menekan biaya barang impor.

Baca Juga: Ekspansi Bisnis Segmen Fiber Optik, Simak Rekomendasi Saham Mitratel (MTEL)

Namun, ia juga mengingatkan adanya risiko struktural yang perlu dicermati investor. Salah satunya adalah bergabungnya merek Ace Hardware ke dalam grup MAPI yang dinilai berpotensi memunculkan pertanyaan mengenai aspek lisensi merek (brand licensing) serta posisi kompetitif ACES pada masa mendatang.

Berdasarkan rekomendasi saham, Azis menyarankan trading buy saham ACES dengan target harga Rp 376 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×