kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Sejumlah emiten memilih berganti bisnis inti


Senin, 26 September 2016 / 13:34 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yudho Winarto

Pertama, tidak ada rekam jejak performa dari bisnis baru. Selain itu, tak ada jaminan investasi di bisnis barunya tidak akan buntung. Apalagi bila perubahan bisnisnya drastis.

Kedua, saat baru pindah bisnis, kinerja emiten kerap tertekan. Contoh PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) yang dulu cuma jadi distributor mobil Nissan dan Datsun serta produksi oli Castrol.

Setelah mulai masuk ke bisnis modal ventura dan beberapa bisnis lain, performa MPMX justru kurang menarik. "Tapi setidaknya, ini menunjukan bahwa perusahaan sedang melakukan investasi dan ada peluang untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya," ujar Frederik.

Karena itu, investor sebaiknya memperhitungkan dengan cermat prospek bisnis inti baru yang dijalankan emiten. Bila masih ragu, investor sebaiknya menunggu emiten tersebut merilis kinerja keuangan yang memuat hasil bisnis inti baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×