kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Sejumlah Emiten LQ45 Bukukan Penurunan Kinerja, Ini Kata Analis


Rabu, 09 November 2022 / 04:50 WIB


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kinerja sejumlah emiten penghuni indeks LQ45 pada kuartal III 2022 mengalami penurunan.

Rata-rata emiten yang mengalami penurunan kinerja adalah emiten berbasis komoditas, baik nikel maupun batubara. 

Penurunan laba dan pendapatan ini akibat melandainya harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) secara kuartalan.

Ambil contoh, PT Vale Indonesia Tbk (INCO). 

Emiten produsen nikel matte ini membukukan laba bersih US$ 168,38 juta sepanjang Sembilan bulan pertama 2022. 

Baca Juga: IHSG Terkoreksi 0,17% ke Level 7.050 pada Penutupan Perdagangan Selasa (8/11)

Jumlah ini naik 37% dari laba bersih per kuartal ketiga 2021 sebesar US$ 122,93 juta.

Namun, kinerja INCO menyusut secara kuartalan. 

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Thomas Radityo menyebut, laba bersih INCO di kuartal III 2022 menyusut 78,3% menjadi US$ 17,9 juta. 

Turunnya laba bersih ini terutama karena penurunan ASP nikel, kenaikan biaya bahan bakar, dan tarif pajak yang lebih tinggi. 

Pendapatan INCO pada kuartal ketiga juga turun 6,1% menjadi US$ 309,3 juta, terutama karena penurunan 26,8% pada ASP nikel dan dampak dari pembangunan kembali (rebuilding) dan pemeliharaan tungku 4 produksi.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,23% ke 7.061 di Sesi I Hari Ini (7/11), Sektor Energi Naik Tinggi

EBITDA Vale Indonesia pada triwulan 2022 juga menurun 37% menjadi US$ 103,0 juta, dari sebelumnya sebesar US$ 163,4 juta pada kuartal kedua 2022. 

Penurunan ini disebabkan oleh realisasi harga nikel yang lebih rendah. 

Thomas mencatat, ASP nikel yang direalisasikan INCO pada kuartal ketiga sebesar US$ 17.840 per ton. 

 




TERBARU

[X]
×