kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.860   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.302   -0,02   0,00%
  • KOMPAS100 824   0,42   0,05%
  • LQ45 628   0,93   0,15%
  • ISSI 217   0,46   0,21%
  • IDX30 351   0,49   0,14%
  • IDXHIDIV20 427   -0,12   -0,03%
  • IDX80 94   0,07   0,07%
  • IDXV30 118   0,16   0,13%
  • IDXQ30 112   0,10   0,09%

Samuel Sekuritas masih pertahankan rekomendasi jual saham HMSP, ini alasannya


Rabu, 03 November 2021 / 14:11 WIB
ILUSTRASI. Petugas membereskan berbagai macam merek rokok yang dipajang pada etalase di sebuah mini market di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) masih menjalani periode yang sulit sepanjang tahun ini. Pada kuartal III-2021, walaupun pendapatan HMSP naik 8% secara tahunan menjadi Rp 24,8 triliun, dari sisi laba bersih, emiten rokok ini justru mengalami koreksi 29,8% secara tahunan menjadi Rp 1,42 triliun.

Analis Samuel Sekuritas Yosua Zisokhi mengatakan, meski dari volume penjualan HMSP bisa tumbuh 5% secara yoy serta diiringi kenaikan Average Selling Price (ASP) 2,9% secara yoy, lonjakan beban cukai yang mencapai 16% yoy pada akhirnya membuat laba bersih perseroan turun.

Secara kumulatif, volume penjualan HMSP sepanjang Januari-September naik 4,3% yoy menjadi 60,8 miliar batang. Yosua bilang, perlahan tersebut sudah in-line karena telah memenuhi 78,9% dari target Samuel Sekuritas.

Sedangkan untuk kinerja keuangan, pendapatan kumulatif HMSP berhasil mencapai Rp 72,5 triliun atau naik 7% secara yoy. Sementara untuk kinerja bottom line-nya, laba bersih HMSP sebesar Rp 5,6 triliun atau turun 19,6% secara yoy 

Baca Juga: Bisnis penyaluran BBM moncer, simak rekomendasi saham AKR Corporindo (AKRA)

“Kinerja HMSP sejauh ini relatif in-line karena pendapatannya telah memenuhi 74,3% daru target Samuel Sekuritas. Lalu dari sisi laba bersihnya sudah setara dengan 71% dari target kami untuk tahun ini,” tulis Yosua dalam risetnya pada 2 November.

Pada kuartal IV-2021, Yosua melihat HMSP berpotensi untuk mengejar margin keuntungan. Dengan pertumbuhan volume penjualan yang terjaga, ia memperkirakan emiten rokok ini akan menaikkan ASP hingga 5-7% secara kuartalan.

Walau di satu sisi, kenaikan tersebut akan sedikit menekan volume penjualan sebesar -1,5% hingga -2,0% secara kuartalan. 

Adapun, untuk tahun ini, ia memproyeksikan Gross Profit Margin (GPM) akan mencapai 17.8% atau turun 2,48 ppt secara yoy, dengan Net Profit Margin (NPM) mencapai 8.0% atau naik 1,28ppt secara yoy. 

Baca Juga: Kinerja solid, berikut rekomendasi saham Indosat (ISAT) dari Henan Putihrai

“Sementara untuk tahun depan, dengan semakin membaiknya perekonomian nasional, maka NPM pada 2022 diproyeksikan akan naik ke angka 8,7%. Angka ini sebenarnya masih di bawah rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 12.2%,” imbuh Yosua.

Seiring masih sesuainya kinerja HMSP dengan proyeksi Samuel Sekuritas, Yosua pun masih mempertahankan rekomendasi jual untuk saham HMSP dengan target harga Rp 870, merefleksikan 11.1x PE FY22F (-2.0SD dari rata-rata PE 5 tahun terakhir).

 

Selanjutnya: Harga saham ADHI tren naik, sekarang saatnya jual atau beli? Ini rekomendasi analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×