kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Samuel Sekuritas masih pertahankan rekomendasi jual saham HMSP, ini alasannya


Rabu, 03 November 2021 / 14:11 WIB
ILUSTRASI. Petugas membereskan berbagai macam merek rokok yang dipajang pada etalase di sebuah mini market di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) masih menjalani periode yang sulit sepanjang tahun ini. Pada kuartal III-2021, walaupun pendapatan HMSP naik 8% secara tahunan menjadi Rp 24,8 triliun, dari sisi laba bersih, emiten rokok ini justru mengalami koreksi 29,8% secara tahunan menjadi Rp 1,42 triliun.

Analis Samuel Sekuritas Yosua Zisokhi mengatakan, meski dari volume penjualan HMSP bisa tumbuh 5% secara yoy serta diiringi kenaikan Average Selling Price (ASP) 2,9% secara yoy, lonjakan beban cukai yang mencapai 16% yoy pada akhirnya membuat laba bersih perseroan turun.

Secara kumulatif, volume penjualan HMSP sepanjang Januari-September naik 4,3% yoy menjadi 60,8 miliar batang. Yosua bilang, perlahan tersebut sudah in-line karena telah memenuhi 78,9% dari target Samuel Sekuritas.

Sedangkan untuk kinerja keuangan, pendapatan kumulatif HMSP berhasil mencapai Rp 72,5 triliun atau naik 7% secara yoy. Sementara untuk kinerja bottom line-nya, laba bersih HMSP sebesar Rp 5,6 triliun atau turun 19,6% secara yoy 

Baca Juga: Bisnis penyaluran BBM moncer, simak rekomendasi saham AKR Corporindo (AKRA)

“Kinerja HMSP sejauh ini relatif in-line karena pendapatannya telah memenuhi 74,3% daru target Samuel Sekuritas. Lalu dari sisi laba bersihnya sudah setara dengan 71% dari target kami untuk tahun ini,” tulis Yosua dalam risetnya pada 2 November.

Pada kuartal IV-2021, Yosua melihat HMSP berpotensi untuk mengejar margin keuntungan. Dengan pertumbuhan volume penjualan yang terjaga, ia memperkirakan emiten rokok ini akan menaikkan ASP hingga 5-7% secara kuartalan.

Walau di satu sisi, kenaikan tersebut akan sedikit menekan volume penjualan sebesar -1,5% hingga -2,0% secara kuartalan. 

Adapun, untuk tahun ini, ia memproyeksikan Gross Profit Margin (GPM) akan mencapai 17.8% atau turun 2,48 ppt secara yoy, dengan Net Profit Margin (NPM) mencapai 8.0% atau naik 1,28ppt secara yoy. 

Baca Juga: Kinerja solid, berikut rekomendasi saham Indosat (ISAT) dari Henan Putihrai

“Sementara untuk tahun depan, dengan semakin membaiknya perekonomian nasional, maka NPM pada 2022 diproyeksikan akan naik ke angka 8,7%. Angka ini sebenarnya masih di bawah rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 12.2%,” imbuh Yosua.

Seiring masih sesuainya kinerja HMSP dengan proyeksi Samuel Sekuritas, Yosua pun masih mempertahankan rekomendasi jual untuk saham HMSP dengan target harga Rp 870, merefleksikan 11.1x PE FY22F (-2.0SD dari rata-rata PE 5 tahun terakhir).

 

Selanjutnya: Harga saham ADHI tren naik, sekarang saatnya jual atau beli? Ini rekomendasi analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×