kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Harga Emas Terkoreksi 1,2% Setelah Cetak Level Tertinggi dalam Dua Bulan


Jumat, 14 Agustus 2026 / 05:14 WIB
Harga Emas Terkoreksi 1,2% Setelah Cetak Level Tertinggi dalam Dua Bulan
ILUSTRASI. Emas batangan (Sven Simon/IMAGO via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia terkoreksi lebih dari 1% pada perdagangan Kamis (13/8/2026), setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua bulan.

Investor memilih merealisasikan keuntungan setelah harga emas menguat tajam dalam sepekan terakhir.

Harga emas spot turun 1,2% menjadi US$ 4.354,58 per ons troi. Sebelumnya, harga emas sempat mencapai US$ 4.449,39 per ons troi, level tertinggi sejak 5 Juni.

Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) turun 1,1% dan ditutup pada US$4.420,40 per ons troi.

Baca Juga: Harga Emas Bertahan di Level Tinggi, Pasar Menanti Data Inflasi AS

"US$ 4.500 menjadi level resistance besar bagi emas. Harga sudah dua kali menyentuh level itu dan kemudian turun," kata Bob Haberkorn, senior market strategist StoneX.

Koreksi emas terjadi setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga masih terkendali. Indeks Harga Produsen (PPI) AS tidak berubah pada Juli karena penurunan harga barang mengimbangi kenaikan biaya jasa.

Data tersebut menyusul laporan inflasi konsumen AS sehari sebelumnya. Inflasi konsumen tercatat 3,4% secara tahunan hingga Juli, turun dari 3,5% pada Juni dan sesuai dengan ekspektasi ekonom.

Data inflasi tersebut membuat pasar menilai peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada September semakin kecil.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September sebesar 35%, turun dari 40% setelah data PPI dirilis.

Baca Juga: Harga Emas Turun ke Level Terendah 2 Bulan, Konflik AS-Iran Picu Kekhawatiran Inflasi

Meski demikian, Presiden Cleveland Fed Beth Hammack pada Rabu kembali menegaskan perlunya kenaikan suku bunga saat ini.

Suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi katalis positif bagi emas karena menurunkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Di sisi lain, penguatan emas sekitar 9% dalam sepekan terakhir turut mendorong aksi ambil untung. Kenaikan tersebut ditopang pembelian dari China dan investor ritel.

"Emas telah naik cukup solid 9% dalam sepekan, sehingga aksi ambil untung mulai terlihat," ujar analis independen Tai Wong.

Sementara itu, harga minyak turun pada perdagangan Kamis karena investor mencermati prospek melemahnya permintaan global tahun ini di tengah gangguan pasokan.

Baca Juga: Ketidakpastian Perang Iran Bikin Harga Emas Kokoh di Level Tinggi

Dalam perkembangan lain, Bank of Korea tercatat memiliki kepemilikan senilai US$250 juta pada ETF emas yang terdaftar di AS hingga akhir Juni, berdasarkan dokumen pengajuan kepada SEC.

Harga logam mulia lainnya juga melemah. Perak spot turun 1,2% menjadi US$64,51 per ons troi, platinum merosot 2,4% menjadi US$1.715,54 per ons troi, sedangkan palladium turun 3,9% menjadi US$1.316,28 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×