kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Saham rokok sempat kompak mencatatkan penguatan, ini sebabnya


Jumat, 19 Maret 2021 / 19:16 WIB
ILUSTRASI. HM Sampoerna. REUTERS/Beawiharta


Reporter: Kenia Intan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada penutupan perdagangan Jumat (19/3), harga saham rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) meningkat signifikan hingga 6,60% ke Rp 1.535. Setelahnya disusul PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang terkerek 3,21% ke Rp 37.775. 

Pada penutupan perdagangan sesi I Jumat (19/3), empat saham-saham rokok yang ada di bursa kompak mengalami penguatan. HMSP terkerek paling tinggi hingga 3,47% ke Rp 1.490, setelahnya disusul GGRM yang menguat 3,96% ke Rp 38.050. Adapun PT Indonesian Tobacco Tbk ( ITIC) juga naik 1,69% ke Rp 600, begitu pula dengan PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) yang menguat 1,29% ke Rp 314. 

Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengamati, penguatan saham-saham emiten rokok siang tadi seiring dengan sektor barang konsumen yang menghijau. Mengutip data dari Bursa Efek Indoneisa (BEI) sektor barang konsumen menguat paling tinggi 2,47% ke level 42,30. 

Baca Juga: IHSG menguat 0,13% ke 6.356 pada Jumat (19/3), asing catat net buy Rp 512,29 miliar

"Karena kemarin-kemarin consumers goods turun," ujarnya ketika dihubungi Kontan.co.id, Jumat (19/3).  

Asal tahu saja, terhitung sejak awal tahun sektor ini terkikis paling dalam hingga 4,18%. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, khusus untuk HMSP, penguatannya menjadi paling tinggi karena terdorong sentimen pembagian dividen. HMSP diperkirakan memiliki yield lumayan tinggi. 

Sekadar informasi, HMSP merupakan satu-satunya emiten rokok yang tercantum dalam indeks High Dividend 20 (IDX HIDIV20) untuk periode Februari 2021 hingga Januari 2022.  

Adapun IDX HIDIV20 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham yang membagikan dividen tunai selama tiga tahun terakhir dan memiliki dividend yield tinggi. 
Sebelumnya, GGRM juga termasuk ke dalam jajaran indeks ini, hingga akhirnya terdepak bersama LPPF pada evaluasi mayor yang dilakukan bulan Januari 2021 yang lalu. 

Selanjutnya: Simak rekomendasi saham HMPS, AKRA, BBTN untuk Selasa (9/3)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×