kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.741   34,00   0,20%
  • IDX 8.733   85,79   0,99%
  • KOMPAS100 1.203   9,98   0,84%
  • LQ45 851   4,74   0,56%
  • ISSI 314   5,54   1,79%
  • IDX30 438   0,95   0,22%
  • IDXHIDIV20 510   0,46   0,09%
  • IDX80 134   1,18   0,89%
  • IDXV30 140   0,69   0,50%
  • IDXQ30 140   0,09   0,07%

Saham MNC Energy (IATA) Melejit, Ini Penyebabnya


Jumat, 02 Januari 2026 / 13:22 WIB
Saham MNC Energy (IATA) Melejit, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Gedung MNC di Kebun Sirih Jakarta pusat (KONTAN/Achmad Fauzie)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) melejit. Hingga pukul 11.29 WIB pada 2 Januari 2026 saham IATA naik 19,44% menjadi Rp 172 per saham. 

Kenaikan harga saham IATA tersebut membuat dalam lima hari terakhir saham IATA melonjak 27,41%. Kenaikan tersebut sudah masuk dalam radar Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mempertanyakan kenapa saham IATA melonjak tiba-tiba. 

Namun dalam keterbukaan informasi di BEI pada 23 Desember 2025, Suryo Eko Hadianto Presiden Direktur MNC Energy Investment (IATA) tidak mengetahui penyebab  informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal. 

Baca Juga: Siang Ini, Rupiah Melemah ke Rp 16.726 per Dolar AS

“Sampai saat ini, perusahaan belum memiliki rencana melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat,” papar Suryo dalam keterbukaan informasi. 

Namun dalam keterbukaan informasi sebelumnya, IATA melaporkan jika anak usahanya PT Arthaco Prima Energy resmi menjalin kerjasama jasa pertambangan batubara dengan PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining), anak usaha United Tractors (UNTR). 

Perjanjian ini memiliki jangka waktu lima tahun terhitung mulai Januari 2026. Nilai kontraknya sebesar Rp 5 triliun. Di mana KPP Mining bertindak sebagai kontraktor jasa pertambangan di wilayah izin usaha pertambangan operasi produksi Arthaco Prima Energy yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. 

Selama masa kontrak, target produksi batubara ditetapkan mencapai 33,6 juta metrik ton (MT), dengan target produksi pada tahun pertama di 2026 sebesar 3 juta metrik ton. Dengan total volume material yang akan dikelola selama periode kerjasama mencapai 140,9 juta bank cubic meter (BCM). 

“Kerjasama ini merupakan salah satu wujud nyata IATA dalam memperkuat operasional, meningkatkan efektivitas dan efisiensi  serta memaksimalkan skala produksi batubara melalui IUP Arthaco Prima Energy yang telah memasuki fase produksi komersial,” terang Suryo dalam keterbukaan informasi di BEI pada 23 Desember 2025. 

Baca Juga: Belum Ngebut seperti IHSG, OJK Singgung Kinerja Indeks LQ45 Sepanjang 2025

Suryo percaya, lewat kolaborasi strategis dengan pelaku industri pertambangan terkemuka, IATA bisa semakin optimal, berkelanjutan dan bernilai tambah. 

Selanjutnya: Belum Ngebut seperti IHSG, OJK Singgung Kinerja Indeks LQ45 Sepanjang 2025

Menarik Dibaca: Lanjut Ngacir, Story (IP) Bertahan di Puncak Kripto Top Gainers 24 Jam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×